SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjelang Hari Raya Idul Fitri 2016, tak terbendung. Hal ini seiring selesianya proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC) -1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro mencatat, sedikitnya 2000 tenaga kerja di proyek EPC 1 Banyuurip berakhir masa kontrak kerjanya pada akhir bulan Juni 2016 ini.
“Akhir bulan ini jumlahnya segitu,” ujar Kepala Disnakertransos, Adie Witjaksono, Selasa (28/6/2016).
Meski terjadi PHK besar-besaran, Disnakertransos tidak menemukan adanya tanda-tanda gejolak sosial di wilayah Blok Cepu. Karena, sebelumnya ribuan pekerja yang terlibat dalam proyek migas tersebut mengetahui kapan masa kerjanya berakhir.
“Jadi mereka ini bukan di PHK atau dirumahkan, ya memang kerjanya sudah selesai,” tegasnya.
Dari informasi yang diterima Disnakretransos, meski telah selesai bekerja, namun banyak juga pekerja yang sudah mendapatkan gambaran pekerjaan lainnya sebagai pengharapan baru.
“Mereka cerita, kalau sudah ada tempat baru yang bisa menerima mereka bekerja. Jadi tidak langsung menganggur,” imbuhnya.
Sementara itu, Fajar Sodik, Communicaton Specialist PT Tripatra Engineer & Constructors, pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip, berharap tenaga kerja dari EPC 1 bisa mengembangkan diri, setelah menimba ilmu dan pengalaman di PT Tripatra.
“Kami juga memberikan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas pengalaman kerja mereka,” pungkasnya.(rien)