SuaraBanyuurip.com –D Suko Nugroho
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, meminta ExxonMobil, pengelola Blok Cepu dapat melakukan produksi puncak sumur minyak Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) pada 2014 mendatang untuk mengejar target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel. Sekarang ini produksi minyak dalam negeri baru sebesar 905 ribu barel.
“Target itu bisa terpenuhi kalau Banyuurip sudah produksi puncak,†kata Jero Wacik ketika membuka The 36 th Indonesia Petrolium Association (IPA) Convention and Exhibition di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (24/5).
Dia menjelaskan, target sebesar 1 juta berel tersebut sesuai dengan instruksi presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2012 tentang percepatan produksi minyak dalam negeri. Karena itu, Jero juga meminta kepada Badan Pelakasana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP. Migas) untuk mempercepat penyusunan plant of development (PoD) lapangan migas baru agar kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi dapat terlaksana untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat. “Kontraktor migas bersama pemerintah harus bekerjasama,†tegasnya.
Selain itu, mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ini, juga meminta agar perusahaan migas yang melakukan kegiatan di Indonesia untuk memperhatikan masyarakat sekitar tambang melalui program corporate sosial responsibility (CSR). Tujuannya agar tercitpa hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan lancar.
“Dengan begitu tidak muncul gejolak sosial masyarakat yang bisa menghambat kegiatan perusahaan,†tegas Jero.
Sebelumnya, Senior Vice President Exploration and External Relations ExxonMobil, Asep Sulaeman mengatakan, untuk melakukan pengembangan penuh lapangan Minyak Banyuurip telah dimulai lima paket proyek engineering, procurement and construction (EPC). Sesuai scedul lima paket EPC itu akan selesai dalam waktu 36 tahun (3 tahun) sejak kontrak EPC 1 Banyuurip ditandatangani Agustus 2011 lalu.
“Secara teknis semua tidak ada masalah. Kami optimis dapat menyelesaikannya sesuai kontrak,†sambung Asep.
Hanya saja, kata dia, untuk mewujudkan target itu semua pemangku kepentingan harus turut mendukungnya. Khususnya masalah perjininan ditingkat daerah dipermudah dan gejolak sosial masyarakat dieliminir.
“Kami harapkan semua pihak dapat mendukung proyek negara ini. Karena kami sebagai kontraktor yang ditunjuk pemerintah,†pungkasnya.