SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Jakarta – Pemerintah terus mendorong konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG). Salah satu adalah melakukan penandatanganan nota kesepahaman jual beli gas antara kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) produsen gas dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah memperoleh aloksi gas.
“Ini merupakan langkah awal untuk mendorong KKKS produsen gas dan daerah melalui BUMD untuk menggunakan gas sebagai energi,†kata Kepala BP. Migas R Priyono usai pendatanganan nota kesepahaman di Ruang Cendra Wasih Jakarta Convention Center (JCC) di sela-sela Indonesian Petroleum Association (IPA) Annual Conventention and Exhibition ke 36, Kamis (24/5) kemarin.
Ada 16 KKKS dan 17 BUMD yang melakukan pendatanganan. 16 KKKS itu diantaranya adalah PT. Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi WMO, Santos, Lapindo Brantas, Petronas Carigali Ketepang, PetroChina International (Jabung), JOB Pertamina- Talisman Jambi Merang, Kalila (Bentu), JOB Pertamina – Medco E&P Simenggaris, JOB Pertamina – Medco E&P Tomori, Energy Equite Epic (Sangkang), JOB Pertamina PetroChina East Java.
Sedangkan 17 BUMD diantaranya adalah PT. Bina Bangun Wibawa Mukti, Blora Patra Energi, Bangkit Bangun Sarana, BUMD Kabupaten Bangkalan, Gersik Migas, Sampang mandiri Perkasa, Wira Usaha Sumekar, Aneka Usaha, Petrogas Jatim Utama, Perusda Pertambangan dan Energi, Pembangunan Investasi Riau, Petro Muba, Riau Petroleum, Jambi Indoguna International, BUMD Kabupaten Nunukan, BUMD Kabupaten Wajo, dan BUMD Kabupaten Morowali.
Sebelumnya pada saat pembukaan pameran IPA ke 36, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan, minyak masih menjadi sumber energi utma. Karena itu, setiap tahunnya kebutuhan energi dari minyak terus meningkat hingga mencapai 7 persen tahun 2012 ini. Dia mencontohkan, seperti kebutuhan BBM untuk kendaraan roda dua diproyeksikan meningkat karena jumlah produksi kendaraan tahun 2012 ini juga meningkat menjadi 9 juta unit dibanding tahun 2011 lalu hanya 7 juta unit. Begitu juga kendaraan roda empat juga meningkat setiap tahunnya.
“Belum lagi untuk kebutuhan listrik dan sumber energi lainnya. Padahal produksi minyak kita terbatas karena kegiatan eksplorasi dan eksploitasi menurun,†ujar Jero.
Sekarang ini, kata Jero, produksi minyak nasional hanya baru 905 berel per hari. Sedangkan produksi gas 3 juta kaki kubik. Karena itu untuk menggantikan minyak sebagai sumber energi utama pemerintah sekarang ini mulai mendorong KKKS dan perusahaan untuk beralih ke BBG. Bahkan, untuk mendorong perusahaan hilir migas, pemerintah meminta kepada perusahaan yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar memproduksi BBG.
“Kami sudah meminta kepada pengusaha yang memiliki enam SPBU wajib membangun satu SPBG,†tegas mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ini.