SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro- Keluar masuknya dump truk pengangkut tanah urug proyek Blok Cepu di keluhkan warga pengguna jalan Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Gayam, Kecamatan, Ngasem. Sebab di jalan tersebut kerap mengalami kemacetan ketika dump truk berpapasan dengan mobil pengangkut alat berat pemboran lantaran sempitnya jalan poros kecamatan di wilayah tersebut.
Akibatnya, pengguna jalan baik pengendara motor maupun mobil pribadi harus menunggu lumayan lama untuk bisa meneruskan perjalanannya karena mobil tersebut berpapasan. Apalagi sekarang ini ratusan kendaraan dump truk tengah beroperasi melakukan pengiriman tanah urug di Well Pad A dan B, Desa Mojodelik, Kecamatan dan Well Pad C di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.
Suradi, warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, mengaku pernah berhenti cukup lama ketika melewati jalan Sumengko – Gayam lantaran harus menggungu mobil dump truk dan pengangkut alat berat berpasan di sebelah selatan rel kereta api.
“Bukan hanya saya, mungkin warga lainnya juga tergangu dengan aktivitas ini karena sempitnya jalan diwilayah ini,†aku Suradi kepada suarabanyuurip.com saraya meminta jangan diambil foto dirinya, Sabtu (8/6).
Dia menyarankan, untuk menghindari kemacetan tersebut pihak terkait dapat segera mengevaluasi lagi waktu keluar masuknya armada pengangkut tanah urug dan pengangkut alat berat. Sehingga, pengguna jalan lain yang melintas dijalur itu tidak merasa terganggu.
“Kelihatannya tidak ada koordinasi antara mobil pengangkut logistik pemboran dengan dump truk pengangkut tanah urug,†terkanya.