Mobilisasi Logistik Pemboran ATT Timbulkan Kemacetan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Mobilisasi alat berat pemboran dari Sumur Alas Tua Timur (ATT), Blok Cepu, di Dusun Grogolan, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, menimbulkan kemacetan, Selasa (12/06/2012), pukul 21.00 wib . Kemacetan itu terjadi di Jalan Raya KH. Rosyd tepatnya didepan Masjid Al-Istiqomah, Desa Ngumpakdalem, karena ditempat ini sedang berlangsung pengajian umum dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj.

Dari pantauan, ada lebih dari enam truk trailer yang mengangkutan logistik pemboran dari ATT. Truk itu berjalan merambat karena tanpa ada pengawalan baik dari security maupun Satuan Lalu Lintas Polres Bojonegoro. Lain itu kondisi jalan masih padat hilir mudik kendaraan.

Tak heran, ketika sampai di depan Masjid Al-Istiqomah, truk trailer sempat terhenti. Karena ditempat ini banyak warga yang sedang berjubel menghadiri pengajian umum. Juga banyak pedagang dikanan kiri jalan.

Untungnya didepan masjid tersebut terdapat beberapa petugas perlindungan masyarakat (Linmas) yang mengatur lalu lintas. Sehingga kemacetan ketika truk trailier pengangkut logistik pemboran berpasan dengan pengguna jalan lainnya tidak berlangsung lama.

Baca Juga :   Ratusan Sekolah Rusak Berat di Bojonegoro, Komisi C DPRD Sarankan Bentuk Bidang Sarpras

Nafik, salah satu Linmas di depan Masjid Al-Istiqimah mengaku, sebelumnya dirinya tidak mengetahui kalau malam ini ada pengangkutan alat pemboran migas.

“Tidak ada koordinasi. Kalau tahu disini sedang ada pengajian mestinya pengangkutan itu bisa ditunda nanti malam atau besok,” ujarnya memberikan.

Apalagi, kata dia, pengangkutan alat pemboaran itu tidak dikawal oleh petugas kepolisian. Hal itu berbeda dengan dulu, ketika pengangkutan alat pemboran akan masuk ke lokasi.

“Kalau ada yang mengawal khan bisa mengatur pengendara dari depan (arah berlawanan),” sarannya.

Sementara, Filed Public and Government Affiars Manager MCL, Rexy Mawardijaya membenarkan, jika pemboran Sumur ATT sudah selesai dan sedang dilakukan persiapan mobilisasi alat berat.

“Sebenarnya masih persiapan. Mobilisasi biasanya dilakukan malam menjelang pagi untuk menghindari kemacetan,” timpal Rexy terpisah.

Karena itu, Rexy berjanji akan menyampaikan hal itu kepada kontraktor pelaksana agar berkoordinasi dengan pihak terkait. (suko)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Tiga Peserta Penuhi Kriteria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *