Warga Mojodelik Blokir Well Pad A Banyuurip

SuaraBanyuurip.com -  Samian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 15 warga Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, melakukan pemblokiran proyek pengurukan lahan di lokasi Well Pad A Banyuurip, Blok Cepu, Rabu (13/06/2012) sekitar pukul 12.45 wib. Aksi ini dipicu tidak dilibatkannya warga Mojodelik oleh PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip untuk Mobil Cepu Limited (MCL) dalam scaffolding certification training (pelatihan sertifikasi scaffolder).

Dari pantauan dilapangan, belasan warga itu mendatangi lokasi Well Pad A dan kemudian memasang mobil pick up dan bambu ditengah jalan menuju lokasi pengurukan. Aklibatnya, mobil dump truk yang tengah melakukan pengurukan lahan itu tidak masuk lokasi.

“Kita minta Tripatra melibatkan warga sini dalam rekrutmen tenaga kerja. Karena proyek ini berada didesa sini,” ujar Hery Setyono salah satu warga Desa Mojodelik.

Dia mengungkapkan, pelatihan sertifikasi scaffolder yang dilaksanakan PT. Tripatra beberapa waktu lalu tidak melibatkan satupun warga Desa Mojodelik. Melainkan warga dari beberapa desa sekitar pemboran. 

“Padahal sumur Banyuurip itu disini (Mojodelik), tapi kok warga luar desa yang justru diprioritaskan,” tegasnya.

Baca Juga :   BUMD Masih Dilibatkan Kelola City Gas

Karena itu, Hery meminta, agar PT. Tripatra segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk melakukan membahas perekrutan tenaga kerja berikutnya.

“Kita akan terus melakukan pemblokiran sampai Tripatra menemui dan memenuhi tuntutan kami,” tandas Hery.

Dikonfirmasi terpisah, Community Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan membenarkan, bila pelatihan sertifikasi scaffolder yang dilaksanakan di Pusdiklat Migas beberapa waktu lalu belum melibatkan warga Mojodelik. Hal itu dikarenakan dalam perekrutan tahap pertama itu diprioritaaskan warga yang sudah memiliki sertifikasi pengalaman dibidang tersebut.

“Tapi untuk rekruitmen tahap berikutnya kita prioritaskan warga Mojodelik. Karena dari 120 orang tenaga yang dibutuhkan baru 26 yang kita rekrut,” sambung Budi yang mengaku tengah melakukan perjalanan menuju Desa Mojodelik untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan pemuda. (suko)    

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *