Proyek Pengurukan Lahan EPC 1 Dievaluasi

pertemuan RMT - PP

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Para Leader proyek pengurukan engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, menggelar pertemuan  bersama management PT. Rajekwesi Mitra Tama – PT. Pembangunan Perumahan (RMT-PP) yang difasilitasi Forum Kontraktor Lokal (FKKL), Kamis malam (14/6). Konsorsium RMT – PP itu merupakan kontraktor yang memenangkan tender paket pekerjaan penyiapan lahan dari PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor MCL untuk EPC 1 Banyuurip.

Menurut Ketua FKKL Parmani, pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi perkembangan proyek di EPC – 1 yang sudah mulai berjalan sejak Mei lalu. Yakni proyek pengurukan lahan untuk Well Pad A danb B di Desa Mojodelik dan Well Pad C di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.

 “Ini rapat evaluasi bersama para leader yang selama ini menjadi subkon RMT-PP,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga diagendakan peembahasan tentang pembatasan armada milik para leader. “Ini supaya tidak terkesan monopoli. Sehingga jumlah armada yang disediakan leader perlu dibatasi,” tegasnya.

Dengan begitu, lanjut Parmani, tak ada lagi yang mengeluh adanya monopoli dan bisa membantu leader lainnya. “Semua nanti kita bahas dalam rapat malam ini,” paparnya.

Baca Juga :   Keberadaan SKK Migas Beri Manfaat Masyarakat

Salah seorang leader CV. Prima Abadi, Kamidin, mendukung langkah FKKL yang akan memberlakukan batasan jumlah armada. “Ini supaya adil agar tidak menimbulkan kecemburuan sesama leader,” sergah Kamidin.     

Candra, salah satu leader lainnya menyarankan, agar ada pembatasan armada yakni tiap leader sebanyak 30 dump truk. “Sehingga armada yang lebih bisa diberikan kepada leader lainya,” saran Candra.

Berbeda dengan Candra, Wanuri, salah satu leader lainnya, meminta agar FKKL tidak memainkan harga pengangkutan tanah urug dibawah.  “Harga harus ada kesepakatan bersama. Kalau Rp. 55 ribu per kubik ya semua harus sama. Jangan ada yang diatas itu,” tegas Kepala Dusun Bandungrejo, Kecamatan Ngasem ini.

Menanggapi berbagai masukan itu, Direktur PT. RMT Rahmad Aksan mengakui, jika pelaksanaan proyek pengurukan lahan ini berjalan lambat. Sebab dari 11 leader yang berjalan baru lima leader aktif beroperasi. Hal ini dikarenakan armada tersedot ke leader yang lain. Lain itu, belum berfungsinya akses road.

“Karena itu sekarang ini kita akan mulai membuka akses road.Kalau akses road jadi secedul akan terpenuhi,” kata Aksan.

Baca Juga :   30 Perusahaan Berebut Jadi Licensor NGGR Tuban

Selain itu, mantan Kepala Desa Bonorejo ini menyarankan, agar para leader meningkatkan koordinasi dengan para sopir armada. Sehingga dapat mengevaluasi hasil kerja yang sudah menjadi tanggungjawab masing-masing leader.

“Paling tidak setiap seminggu sekali para leader berkumpul untuk mengevaluasi,” ujar Aksan memberi saran.

Seperti diketahui, dalam proyek pengurukan ini masing-masing leader memperoleh jatah pengurukan sebanyak 10 ribu kubik. Namun untuk penagihannya kepada RMT – PP baru dapat dilakukan ketika target tersebut dipenuhi. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *