Proyek Road Ancam 700 Hektar Lahan Pertanian

lahan pertanian 700 ha

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Proyek pembangunan akses jalan yang dihadang aksi pematokan warga Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, mengancam kebutuhan irigasi 700 hektar lahan pertanian di wilayah Desa Brabowan, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Kondisi tersebut mulai dirasakan warga, setelah proyek dimulai dengan striping (perataan tanah urugan), telah mengganggu akses aliran irigasi dari Sungai Bengawan Solo ke lahan pertanian tersebut. Akibatnya air meluber kemana-kemana saat proyek dimulai dari Desa Sudu tersebut.

“Saya faham bila 700 hektar itu lokasinya masuk wilayah Brabowan, namun ada kaitannya dnegan warga Sudu karena ada keterkaitannya antara warga Sudu dengan warga Brabowan terkait kebutuhan air untuk pertanian tersebut,” kata Kepala Desa Sudu, Abdul Manan.

Untuk itu pula, Pemerintah desa (Pemdes) Sudu dan warga akan berupaya berjuang untuk meminta pertanggunganjawaban atas dampak tersebut. Apalagi pertanian saat ini masih menjadi gantungan hidup utama warga.

Sedangkan, Jaswadi dengan didampingi Hadi, Direktur CV Jawa Exxpress ketika ditemui SuaraBanyuurip.com di kantor Jawa Exxpres menyayangkan tindakan PT RMT-PP dalam mengerjakan proyek road tersebut. Karena, belum dilakukan musyawarah dengan Pemdes Sudu dan warga sudah berani mengerjakanya.

Baca Juga :   SKK Migas Pastikan Bantuan Banjir Berkelanjutan

“Baru pengerjaan setriping lokasi saja dampak sudah dirasakan warga. Selain tidak bisa mengalirkan air dari Bengawan Solo ke lahan pertanian warga. Juga aliran air menyebar kemana-mana jika musim hujan tiba,” jelasnya, Sabtu (16/6/2012).

“Air sekarang mengalir sudah tidak beraturan Mas. Hingga warga Sudu jika musim hujan akan tergenang. Karena, banyak lahan yang saat ini sudah rata,” imbuhnya sambil menunjukan bukti peta lokasi proyek road dan lahan pertanian warga.  (tg) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *