SKK Migas Pastikan Bantuan Banjir Berkelanjutan

skk migas srahkan bantuan

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) memastikan, bantuan untuk korban banjir luapan Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur akan berkelajutan. Memasuki hari keenam sejak meluapnya Bengawan Solo Minggu (26/11) lalu, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) menyerahkan bantuan Sembako ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

“Bantuan ini kloter pertama apabila masih dibutuhkan kami akan mengusahakan mengirim bantuan lagi,” kata Humas Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Priandono Hernanto, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantor BPBD Tuban, Jumat (2/12/2016).

Ian sapaan akrabnya belum dapat mengatakan berapa jumlah Sembako pastinya. Intinya bantuan ini bakal berkelanjutan, seiring bertambahnya jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat banjir.

Bantuan ini berasal dari SKK Migas sendiri, serta tiga K3S yang memiliki wilayah operasi di Tuban yakni, operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu.

Baca Juga :   Pendaftaran Ditutup, 1.775 Pelamar CPNS di Bojonegoro Tak Memenuhi Syarat

“Bantuan ini demi kemunusiaan dan sudah menjadi komitmen kami selaku perusahaan di Tuban,” imbuhnya.

Sementara, Humas Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Akbar Fahreza Putra, mengatakan, dari perusahaannya mengirimkan 50 bungkus paket Sembako. Dimana seluruh bantuan ini akan didistribusikan satu pintu melalui BPBD Tuban.

“Kami percayakan semuanya ke BPBD karena instansinya yang memahami desa mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu,” sambungnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Joko Ludiono, mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian SKK Migas serta K3S di wilayahnya terhadap korban banjir. Hal ini merupakan bentuk sinergi, antara Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban bersama corporate membangun Tuban.

“Beberapa perusahaan juga telah berkomitmen mengirimkan bantuan, tetapi SKK Migas dan K3S paling cepat responnya,” jelasnya.

Catatan BPBD hingga hari keenam luapan Bengawan Solo, sudah ada 5.672 warga terdampak di empat kecamatan. BPBD sendiri telah mendistribusikan 1.000 paket Sembako di Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.

Artinya masih banyak warga terdampak yang membutuhkan bantuan dari perusahaan maupun stake holder lain yang tidak mengikat. Hal tersebut juga menjadi harapan Bupati Tuban, Fathul Huda dimana setiap perusahaan harus membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

Baca Juga :   BKPP Bojonegoro Temukan Kelalaian di Liga Futsal ASN

Sebelum perusahaan menyerahkan bantuannya ke posko BPBD, pihaknya bakal menanyakan dahulu bantuannya dalam bentuk apa. Disarankan pula dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, sebab sangat dibutuhkan warga yang sejak tiga hari terakhir terisolir.

“Beberapa desa sudah tergenang 80-100 cm dan ini akan kami prioritaskan,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *