SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro–  PT Inti Karya Persada Teknik (KPT), kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) 2 Banyuurip untuk Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, berjanji akan mengedepankan musyawarah mufakat untuk memenuhi keinginan warga dalam melaksanakan proyek pipanisasi sepanjang 72 kilo meter mulai Lapangan minyak Banyuurip di Desa Mojodelik – bibir Pantai Palang di Desa Karangagung, Kabupatan Tuban.
“Kami tentunya tidak kemana mana saat mengerjakan proyek ini, jadi jika ada kesalahan mohon segera ditegur. Insya Allah akan segera kami atasi,†kata Field Bisnis Manager PT IKPT, Ivan Tarigan menanggapi masukan perwakilan warga BPD dan kepala desa, lurah dari 9 desa/kelurahan yang akan dilalui proyek pipanisasi yang dilaksanakan mulai awal Juni hingga Oktober 2013 mendatang ini.
Sebelumnya, Imam Sutikno meminta, agar PT. IKPT maupun MCL lebih peka terhadap kebutuhan mayarakat. Baik  dalam keterlibtan tenaga kerja maupun program-program cooperate social responsibility (CSR) untuk warga disepanjang jalur pipa. Sehingga gejolak social masyarakat dapat dieliminer.
“Jangan sampai kami melakukan demo dulu baru aspirasi kami didengarkan,†pesan Imam Sutikno, Tokoh Masyarakat Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Menurut dia, apa yang akan dikerjakan MCL ataupun PT IKPT-Kelsri ini memiliki unsur bisnis,sehingga jika pipanisasi ini melewati atau menempati lahan warga seharusnya berbaur dengan masyarakat dengan bermitra.
“Jangan sampai ada miss understanding disini,kalau seandaniya pada penanaman pipa di RT 2 jangan RT 5 atau 6 yang mendapatkan kesejahteraan,itu tidak match. Sehingga hal hal yang sensitif seperti itu perlu benar-benar diperhatikan,†tegas guru Agama Di SDN banjarjo 1
Bojonegoro ini.
Pada bagian lain, Kepala Desa Kalirejo, Sutarjo meminta, agar masyarakat petani disepanjang jalur pipa diberi kesempatan untuk memanen hasil pertanian lebih dulu. Karena sekarang ini umur padi masih 3 bulan sehingga masih pagi untuk dipanen. (suko)