SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pasca dilakukannya pengendalian semburan liar sumur tua beberapa waktu lalu. Kali ini Pertamina melakukan monitoring terhadap sumur 25 dan 9Â di lapangan Tungkul, Desa Botoreco, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
“Saat ini kita hanya melakukan monitoring terhadap sumur yang kemarin mengalami semburan liar dan kita telah lakukan killing dengan completion fluid dan plug cementing,” kata Heru Irianto, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (12/10/2017).
Upaya monitoring dilakukan supaya hal serupa tidak lagi terjadi di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina. Pihaknya bakal melakukan penutupan sementara semua titik sumur tua di wilayah itu. “Langkah yang diambil agar tidak terulang kembali adalah dengan melakukan plug cementing ke sumur-sumur tua yang ada di sekitar sumur tersebut,” ujarnya.
Evaluasi akan terus dilakukan, terutama pada sumur-sumur tua yang tidak lagi di operasikan oleh penambang. “Dan kita akan meminta untuk menutup dengan menggunakan cement atau plug by flange,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim Penanggulangan Keadaaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field berhasil mengendalikan semburan air yang keluar dari Sumur Tungkul sejak 21 September 2017 yang lalu.
Diketahui, kejadian sembur alam air terproduksi yang keluar secara alami dari sumur Tungkul 25 Kamis sore (21/9/2017) dan disusul sumur Tungkul 9 Jumat (22/9/2017) yang berjarak antara sumur sekira 50 meter. Sejak kejadian tersebut, tim Pertamina dengan sigap terjun ke lapangan untuk melakukan pengendalian serta pengamanan area sekitar.(ams)