SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Proyek engineering, procurement and constructions (EPC) 2 Banyuurip, Blok Cepu,  yang dikerjakan Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), baru memasuki tahap laydown pipa yang berada di Lapangan Cross Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
“Pipa itu hanya bersifat sementara, karena akan dilakukan moving ke titik-titk penggalian,†kata Humas PT IKPT, Sunarto.
Dijelaskan, proyek pipanisasi darat Lapangan Banyuurip Blok Cepu sepanjang ini berawal di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro dan berakhir pada lepas pantai di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang berjarak sepanjang 72 Km dengan ukuran pipa sebesar 20 inci dan ditanam dengan kedalaman 20 meter.
“Untuk persayaratan pengurusan izin sudah selesai semua, tinggal menunggu diterbitkan saja IMB dari Badan Perijinan Bojonegoro,â€sergah Pria Asli Madiun ini.
Karena itu, sebagai langkah awal sebelum kegiatan berlangsung, PT. Kelsri akan kembali melanjutkan sosialisasi di 3 Kecamatan berikutnya, yakni Dander, Kalitidu, dan Kapas.
Sementara itu, Kepala Badan Perijinan Bojonegoro, Bambang Waluyo membenarkan, adanya pengajuan  ijin mendirikan bangunan (IMB) dari PT. IKPT. Ijin tersebut, kata Bambang, tinggal menunggu penerbitannya sehingga seluruh pekerjaan bisa segera dilaksanakan karena ijin gangguan (HO) sudah diterbitkan lebih dulu.
“Namun kita minta PT IKPT –Kelsri harus tetap mengedepankan Perda Konten Lokal 23/2011 karena itu suda menjadi regulasi di Bojonegoro,†sambung Bambang.
Untuk diketahui, proyek pipanisasi ini akan berpusat di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Di Bojonegoro, ada 26 desa di 5 kecamatan yang bakal dilalui proyek pipanisasi. Sedangkan Tuban ada 31 desa di 5 kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Soko ada 7 desa yang dilintasi pipa, Rengel ada 9 desa, Plumpang terdapat 7 desa, Widang ada 1 desa, Semanding ada 1 desa dan 6 desa di Kecamatan Palang. (suko)