SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Warga Bojonegoro disepanjang rencana pembangunan jalur pipa minyak Banyurip, Blok Cepu, meminta dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja dalam proyek tersebut. Itu terungkap dalam Sosialisasi proyek engineering, procurement and constructions (EPC) 2 Banyuurip, oleh Konsoursium  PT. Inti Karya Persada teknik (IKPT) – PT. Kelsri di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro, Senin (18/6) kemarin.
Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Budi Utomo, misalnya, meminta agar IKPT maupun subkontraktornya memprioritaskan warga desa dijalur pipa dalam pekerjaan. Selain itu, juga perbaikan infrastruktur akibat mobilisasi alat berat.
“Kalau bisa perjanjiannya dibuat tertulis. Jangan sampai ada lagi janji- janji palsu seperti pengalaman kami sebelumnya ketika pemasangan pipa oleh JOB PPEJ, operator Sumur Sukowati,†kata Budi Utomo.
Senada juga disampaikan beberapa kepala desa dan Lurah yang hadir. Mereka meminta agar kontraktor memberikan program coorporate social responsibility (CSR) yang adil dan merata di segala sektor. Seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan yang lain sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau bisa pihak MCL atau PT IKPT memiliki pandangan terhadap kebutuhan masyarakat. Contoh perbaikan tempat ibadah atau perbaikan fasilitas umum lainnya tanpa kami yang minta, sehingga tidak ada kesan kami mengemis pada Operator ataupun kontraktor,†sambung Suyitno Kepala Desa Sukorejo.
Sebelumnya, Field Bisnis Manager PT IKPT, Ivan Tarigan memaparkan, proyek pipanisasi  ini akan berpusat di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, jatim. Di kabupaten Bojonegoro proyek ini melewati 9 desa di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Dander, Kapas, dan Kecamatan Bojonegoro yang meliputi Desa Jetak,  Pacul, Kadipaten, Campurejo, Mulyoagung, kalirejo,  Mojokampun, Ngrowo dan Desa Sukorejo.
“Masukan yang disampaikan ini sangat berarti dan menjadi perhatian kami. Karena sebagai pelaksana kami akan senantiasa melakukan pendekatan dan tentunya musyawarah dengan warga agar proyek ini bisa berjalan lancar,†sambung Ivan dihadapan 142 warga baik itu pemilik lahan, Muspika, Perangkat Desa mulai Lurah, BPD, dan Ketua RT/RW dari masing masing desa dan kluarahan yang akan dilalui oleh pipanisasi.
Dia menjelaskan, Â ukuran pipa yang akan dipasang nanti sebesar 20 inci dan sepanjang 72 Km yang berawal dari central processing facilites (CPF) Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem dan berakhir di lepas pantai Desa karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
“Pipa ini akan ditanam pada kedalaman 20 meter didalam tanah dan kami menjamin dalam pelaksanaannya nanti tidak akan mengganggu arus lalu lintas atau aktifitas di Bengawan Solo,†ungkapnya. (suko)