Disinyalir Prostitusi Terselubung Muncul di Sekitar Proyek Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com -  Ririn W

Bojonegoro– Selain memberi berkah bagi pengusaha warung maupun jasa penginapan, meningkatnya aktifitas proyek migas Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro telah memberikan dampak sosial. Disinyailir praktek prostitusi terselebung mulai merebak di wilayah tersebut.

Ada beberapa titik yang diduga kuat menjadi tempat transaksi anak baru gede (ABG) yang bisa dibooking melalui seorang makelar. Diantaranya di dekat base camp milik Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Mereka sering mangkal di warung-warung disekitar tempat tersebut.

“Benar mbak,  memang saya sering melihat gadis gadis berseliweran di warung makan bercat Orange itu. Hampir tiap hari wajah mereka tidak sama,”ungkap salah satu warga Desa Talok yang meminta namanya dirahasiakan ini kepada www.suarabanyuurip.com, Jum’at (22/06/2012).

Pria berusia 30 tahun ini menengarai, jika para ABG yang mengkal di warung sebelah timur Kantor MCL itu adalah cewek yang bisa dibooking. Hal itu dapat dilihat dari cara pakaian dan dandannya. Memakai baju ketat agak terbuka dan celana pendek.

Baca Juga :   Kecelakaan Maut di Jalur Bojonegoro - Padangan

Apalagi, sebagai warga yang tinggal tak jauh dari warung itu, dirinya kerap mendengar ada bisnis transaksi cewek ABG. Hanya saja,  dirinya belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut karena tidak bisa membuktikannya.  Namun yang pasti, dari pengamatannya, para gadis itu bukan berasal dari warga sekitar.

“Saya sebagai warga hanya bisa mengelus dada. Mau bagaimana lagi?kalau melapor tanpa ada bukti malah saya dikira macam macam, makanya hanya bisa menunggu ada tindakan dari petugas keamanan agar sekali kali melakukan razia atau apa gitu,” ucapnya sambil menghisap rokok kretek.

Sementara itu,dari pantauan di Lapangan oleh www.SuaraBanyuurip.com memang terlihat 1-2 gadis belia menggunakan busana ketat keluar masuk dari salah satu warung pinngir jalan Raya Bojonegoro – Cepu tersebut.Rata-rata usia mereka masih belasan tahun. Sekilas mereka terlihat bersikap manja kepada sejumlah pria yang singgah di warung itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Prja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro, Kamidin membenarkan dugaan transaski ABG di warung tersebut. Bahkan dirinya mengaku, banyak menerima laporan dari warga tentang praktek prostitusi terselubung diwarung di Desa Talok tersebut. Laporan itu langsung dikirimkan kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto, melalui shor massage sent (SMS).

Baca Juga :   Tegaskan Bukan Akibat Penambangan Sumur Tua

“Kami akan mengkroscek laporan itu. Karena sudah banyak sekali sms yang dikirimkan kepada Bapak Bupati mengenai praktek prostitusi di lokasi itu,” sambung Kamidin sembari mengaku belum bisa menindak karena sulit membuktikan.

Ditambahkan,  jika pada awal Juni lalu pihaknya bekerjasama dengan Polsek kalitidu telah melakukan pengecekan disejumlah tempat yang disinyalir sebagai ajang prostitusi seperti penginapan, hotel, serta Warung di pinggir pinggir jalan.

“Saat ini kami masih sebatas memberikan peringatan secara lesan kepada pengusaha atau pemilik warung agar menggunakan tempat tersebut sebagaimana mestinya. Jika terbukti maka bisa dijerat UU tentang Praktek Prostitusi,”imbuhnya. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *