SuaraBanyuurip.com –Samian Sasongko
Aksi Pemblokiran jalan menuju lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, oleh masyarakat 15 desa sekitar pemboran yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan kontraktor lokal bersatu (AMKLB) yang dijadwalkan selesai, Selasa (26/06), dipastikan berlanjut hingga dua hari kedepan. Sebab, hingga sekarang ini, belum ada titik temu antara PT. Tripatra Engineers & Constructors dengan sejumlah kontrak lokal yang tidak lolos dalam paket pekerjaan didalam dan diluar pabrik.Â
“Kita akan terus melakukan pemblokiran sampai Tripatra memenuhi tuntutan kami,” kata Koordinator Aksi AMKLB, Sumber Purnomo, ketika menyambut kedatangan Bupati Bojonegoro Suyoto, Selasa (26/06).
Bahkan, untuk meneruskan aksi pemblokiran jalan itu, perwakilan AMKLB segera melayangkan surat pemberitahuan kepada Polres Bojonegoro. Sebab pemberitahuan yang dilayangkan tiga hari yang lalu sudah habis hari ini.Â
“Nanti suratnya akan kita kirim lagi ke Polres. Kita akan mengirim pemberitahuan untuk aksi dua hari kedepan yakni Rabu hingga Kamis (27-28/06),” tandas Pak Ed, panggilan akrab Sumber Purnomo.
Menurut dia, komunikasi yang dilakukan perwakilan kontraktor lokal dengan Tripatra, kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, belum menemukan titik temu. Pihak triptra tetap bersikukuh tak mau membatalkan hasil tender pekerjaan didalam dan diluar pabrik yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu.
“Padahal tender itu penuh kecurangan. Karena tidak ada itikad baik dari Tripatra untuk memberdayakan kandungan lokal,” tandasnya.
Sama seperti pemblokiran jalan sebelumnya, pemberitahuan ke dua ini AMKLB akan melakukan pemblokiran di tiga akses utama menuju proyek EPC 1. Yakni perempatan Pasar Desa Gayam, dekat gas oil separation plant (GOSP) dan pertigaan Dusun Joho, Desa Brabowan. Tiga akses ini merupakan jalan utama menuju Well Pad A dan B di Desa Mojodelik dan Well Pad C di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, yang tengah dilakukan pengurukan lahan.
Kapolsek Gayam, AKP Sudirman membenarkan, jika sudah ada pemberitahuan secara lisan dari perwakilan AMKLB untuk melakukan pemblokiran jalan lagi.
“Kita sarankan untuk mengirimkan surat resmi ke Polres Bojonegoro. Karena ijin penutupan jalan yang kemarin sudah habis hari ini,” sambung Sudirman.
Meski demikian, Sudirman meminta, agar masyarakat tetap menjaga kondisi agar tetap kondunsif sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.
“Kita hanya memfasilitasi. Tapi semua pihak juga harus berfikir jernih kalau aksi ini terus berlanjut akan berimbas pada kontraktor lokal sendiri yang sedang melakukan pengurukan lahan,” pesannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima tuntutan yang diusung AMKLB dalam aksi ini. Yakni meuntut Triptara transparan dalam pelelangan, memprioritaskan kontraktor dan mempekerjakan, serta memberdayakan kontraktor lokal. Kemudian, memkasimalkan peran Forum Kontraktor Lokal (FKKL) dalam memberdayakan kontraktor lokal, dan segera mengeluarkan program corporate social responsibility (CSR) untuk memberdayakan masyarakat lokal.(suko)