Bupati Suyoto Temui Massa AMKLB

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bupati Bojonegoro Suyoto akhirnya memenuhi janjinya untuk menemui ratusan masa dari 15 desa sekitar Lapangan Migas Banyuuurip yang tergabung dalam Alianasi Masyarakat dan Kontraktor Lokal Bersatu (AMKLB), bukan AMBKL seperti yang diberitakan sebelumnya, yang tengah melakukan pemblokiran jalan didekat Gas Oil Separation Plant (GOSP), Selasa (26/06/2012).

Kedatangan bupati yang ditemani Wakil Bupati Setyo Hartono; Kepala Dinas Perhubungan Edy Suprapto; Kepala Satpol PP, Kamidin, dan Camat Ngasem Setyo Yuliono,  ini untuk menjelaskankan kepada masyarakat Banyuurip tentang persoalaan yang dihadapi kontraktor lokal dalam mengikuti lelang paket pekerjaan yang digelar PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) 1 Banyuurip.

“Kita sudah menindaklanjuti keluhan-keluhan yang disampaikan kontraktor lokal beberapa waktu lalu. Surat itu sudah kita kirim ke BP. Migas dan MCL,” kata Suyoto dihadapan ratusan warga Banyuurip baik perempuan maupun laki-laki.

Bupati menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggundang tim BP. Migas, MCL, Kontraktor EPC selaku pemilik proyek untuk menyelesaiakan persoalaan yang dihadapi kontraktor lokal. 

Baca Juga :   Bojonegoro Bangun Tempat Pembuangan Sampah Berkapasitas 70 Ribu Ton di Ring 1 JTB

“Dalam waktu dua mingguan ini mereka akan kita undang untuk duduk bersama. Karena semua harus dikomunikasikan agar kandungan lokal dapat terlibat maksimal,” tegas Ketua DPW PAN Jatim ini.

Suyoto mengungkapkan, dirinya beberapa waktu lalu juga telah bertemu dengan Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, untuk mensingkronkan peraturan daerah (Perda) No. 23/2011 tentang Kandungan Lokal dengan aturan yang ada diatasnya agar kegiatan industri migas memberikan berkah bagi masyarakat lokal.

“Pada prinsipnya, pak Menteri sangat setuju dengan regulasi (Perda Konten Lokal) yang kita buat. Karena itu, kita akan terus kawal dan fasilitasi proyek migas Banyuurip disiini agar benar-benar memberdayakan masyarakat lokal,” tandas Kang Yoto.

Karena itu, Suyoto, meminta agar masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan tuntutannya. Sebab semua persoalaan dapat diselesaikan dengan cara baik.

“Masyarakat harus dapat bersikap dan berpifikir cerdas dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada,” pesan bupati Kelahiran Desa Bakung, Kecamatan Kanor.

Sebelumnya, Koordinator Aksi, Sumber Purnomo meminta, agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat mendesak PT. Tripatra untuk melibatkan kontraktor lokal secara maksimal dalam proyek Blok Cepu.

Baca Juga :   Kontraktor Lokal Dilatih Cara Lelang Online

“Kita minta Pemkab bersikap tegas kepada Tripatra untuk melaksanakan Perda Konten Lokal. Karena banyak kecurangan yang dilakukan Tripatra dalam pelelangan,” sambung Pak Ed-panggilan Sumber Purnomo.

Untuk diketahui, dalam aksi ini anak-anak, pemuda hingga bapak-bapak dan ibu-ibu tumplek blek di pinggir jalan. Mereka duduk dipinggir jalan untuk menikmati hiburan electune dan reog yang disuguhkan dalam Hari Ulang Tahun GAM. Usai mendapat penjelasan dari bupati, ratusan massa kemudian membubarkan diri.

Pemblokiran jalan yang berlangsung dua hari ini merupakan buntut dari tidak lolosnya PT.Gayam Asri Manunggal (GAM) dalam paket pekerjaan pekerjaan dalam dan luar pabrik oleh PT. Tripatra. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *