SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT Gayam Asri Manunggal (GAM), salah satu PT Yang dimiliki warga lokal sekitar Blok Cepu menggelar pesta rakyat, Selasa (26/6/2012).  Dalam acara yang didukung  Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Lokal Bersatu (AMKLB) itu, dihadiri Bupati Bojonegoro Suyoto, Wakil Bupati Setyo Hartono, jajaran lain Pemkab Bojonegoro dan Camat Ngasem Setyo Yuliono.
Tampak hadir juga 11 Kepala Desa (Kades) sekitar wilayah Blok Cepu. Yakni, Kades Gayam, Mojodelik, Ringintunggal, Begadon, Brabowan dan Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Sementara, Kades yang hadir dari Wilayah Kecamatan Kalitidu adalah, Kades Sumengko dan Katur. Tampak hadir pula Muspika dari Kecamatan Ngasem dan Kapolsek Gayam AKP Sudirman.
Pantauan SuaraBanyuurip.com menyebut, untuk memeriahkan acara pesta rakyat tersebut  PT GAM telah mementaskan seni Reog dan elektone. Termasuk memberikan undian berhadiah kepada warga dari 11 desa di sekitar sumur Banyuurip. Yakni, warga desa Gayam, Mojodelik, Brabowan, Ringintunggal dan Begadon, Kecamatan Ngasem. Dan, warga Desa Sudu, Beged, Katur, Manukan dan Sumengko masuk wilayah Kecamatan Kalitidu.
Dalam acara itu, yang menarik perhatian pengunjung adalah saat pentasnya warok. Karena, ada suara yang lantang yang ke luar dari warga minta agar PT Tripatra harus membina kontraktor lokal. Jangan malah sebaliknya membinasakan kontraktor lokal.
Suyoto dalam sambutannya menyatakan, acara yang dibungkus dengan pesta rakyat ini juga merupakan bentuk dari tuntutan warga sekitar Blok Cepu kepada PT Tripatra untuk membina dan melibatkan kontraktor lokal secara maksimal.
“Saya sudah menerima pengaduan warga sekitar lokasi tersebut. Tak lama lagi PT Tripatra akan saya panggil untuk duduk satu meja, membahas persoalan dengan kontraktor lokal tersebut,†tegas Suyoto.
Sumber Purnomo, Direktur PT GAM menyatakan, acara pesta rakyat dilakukan sebagai bentuk kepedulian PT GAM kepada warga sekitar. “Alhamdulilah PT GAM bisa memberikan kesenangan kepada warga. Lain itu, juga ketepaan acara ini juga hari ulang tahunnya PT GAM,†kata Pak Ed begitu Sumber Purnomo sering disapa.
“Pemblokiran jalan tetap dilakukan sampai ada jawaban yang jelas dari PT Ttripatra terkait dengan keterlibatan kontraktor lokal secara maksimal. Masa PT kok kalah dengan CV khan lucu,†imbuhnya saat ditemui SuaraBanyuurip.com di sela-sela acara pesta rakyat tersebut. (tg)