MCL Diminta Bantu Selesaikan Masalah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) menyelesaikan permasalahan antara kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) – Banyuurip dengan kontraktor lokal Bojonegoro, Jawa Timur.

Permasalahan yang dimaksud adalah tentang molornya tagihan (invoice) dari perusahaan lokal kepada kontraktor MCL, Konsoursium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK) senilai Rp 1 milyar lebih. Akibat kemoloran penagihan itu, kontraktor lokal mengancam akan menggelar unjuk rasa di lokasi proyek EPC-5 Banyuurip pada 1 April 2014.

“Kami telah memberikan surat tertulis melalui email agar MCL membantu penyelesain, sehingga tidak membuat target pekerjaan EPC-5 terganggu,” ujar  Staf Khusus Tim WasDal Proyek Banyu Urip, Hamdy Zaenal kepada SuaraBanyuurip, Sabtu (29/3/2014).

Hamdy menyampaikan, sebaiknya tim MCL dapat mengantisipasi agar unjuk rasa tidak sampai terjadi, yang akhirnya SKK Migas terkena imbasnya.

“Khususnya Pak Zainul Cs harus bisa menyelesaikan. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut,” tegasnya.

Baca Juga :   Kemarau Basah, BPBD Tetap Waspada Kekeringan

Sementara itu, Field Public and Government Affair Manager, MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, bahwa kontrak MCL dengan kontraktor EPC 5 Banyuuriup adalah lumpsum. Artinya, operator telah menyelesaikan sepenuhnya pekerjaan kepada PT Rekind – HK.

Namun begitu, kata Rexy, pihaknya telah meminta PT Rekin – HK untuk segera melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalahnya.

“ExxonMobil mengedepankan dialog dalam penyelesaian permasalahan dan dalam pihak termasuk kontraktor kami untuk melakukan dialog dalam mencari solusi terbaik,” tandasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *