SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Pemblokiran jalan menuju lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, masih terjadi. Dua tong kosong betuliskan “MCL jalan Terus, Tripatra Stop” masih berada dikanan kiri jalan tepatnya berada di utara Pasar Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Kamis (28/06) sore tadi. Namun tak ada warga maupun massa yang berkumpul dipinggir jalan.
Meski demikian, akibat masih berdirinya dua tong sampah itu, kegiatan pengurukan lahan proyek engineering, procurement and constructions (EPC) 1 Banyuurip belum berjalan normal. Kegiatan penyiapan lahan dialihkan di lokasi akses Road. Sedangkan pengrukan lahan di well pad A dan B Desa Mojodelik dan Well Pad C Desa Gayam, belum dimulai lagi.
“Sementara dialihkan disini (Akses Road), mas,” kata salah satu sumber di Konsorsium PT. Rajekwesi Mitra Tama – PT. Pembangunan Perumahan (RMT – PP) yang meminta identitasnya dirahasiakan. RMT – PP merupakan subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Construction, kontraktor EPC 1 Banyuurip.
Dari pantuan, jalan utama Clangap – Gayam – Mojodelik lengang dari hilir mudik kendaraan proyek, utamanya dump truk pengangkut tanah urug. Kondisi itu mulai terjadi sejak Senin (24/06) hingga sore tadi, ketika Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Lokal Bersatu (AMKLB) melakukan pemblokiran jalan.
Pemblokiran yang sebelumnya direncanakan hanya berlangsung dua hari yakni sampai Selasa (25/06) dilanjutkan hingga Kamis (28/06) ini, dikarenakan belum ada titik temu antara PT. Tripatra dengan PT. Gayam Asri Manunggal (GAM), kontraktor lokal Ring 1 Banyuurip, tentang hasil lelang pekerjaan sipil didalam dan luar area pabrik yang menjadi pemicu aksi tersebut.
Akibat aksi ini, pengurukan lahan dialihkan ke proyek akses road di Desa Sudu – Bonorejo. Bahkan, sejumlah kendaraan pengangkut logistik pemboran dari subkontraktor Tripatra lainnya juga tak berani melalui jalan utama Dusun Clangap – Gayam – Mojodelik. Mereka lebih memilih melalui akses road.
“Selama Tripatra tidak membatalkan hasil tender yang kemarin (pekerjaan sipil didalam dan luar area pabrik), kami akan terus meblokir jalan. Hasil lelang itu penuh rekayasa karena tanpa mau menunjukkan pagunya,” tegas Koordinator Aksi, Sumber Purnomo dikonfirmasi terpisah.
Sementara itu, Community Affairs PT. Tripatra, Engineer & Construction, Budi Karyawan dikonfirmasi melalui pesan pendek telepon genggamnya tentang belum normalnya aktifitas proyek EPC 1 Banyuurip belum memberikan jawaban. (suko)