Dekranasda Siap Tampung Hasil Perajin Bojonegoro

Pelatihan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) akan menampung produksi perajin Bojonegoro. Namun produksi yang dihasilkan harus memiliki daya tarik dan layak jual.

Hal itu ditegaskan Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto saat menjadi pembicara pada acara seminar Workshop membangun Bojonegoro melalui industri kreatif batik jonegoroan dan sablon kaos jonegoroan. Acara yang digelar di Aula Pertemuan Griya Dharma Kusuma (GDK), Kamis (28/6), dibuka Bupati Bojonegoro, Suyoto.

“Dekranasda siap menerima hasil dari para pengrajin baik itu batik maupun olahan lainnya yang memanfaatkan sisa-sisa ataupun kain perca. Yang penting barang itu layak jual dan mudah untuk dipasarkan,” kata Mahfudhoh Suyoto.

Dijelaskan, saat ini banyak hasil-hasil  produk Bojonegoro baik makanan dan lain sebagainya yang sudah masuk di Dekranasda dan dipasarkan melalui beberapa event baik pameran skala nasional maupun regional. Dicontohkan, seperti pertumbuhan industri batik Jonegoroan telah meningkatkan perekonomian antara lain menciptakan peluang kerja dan menambah penghasilan dari mereka yang terdampak.

Baca Juga :   Perempuan Blok Cepu Pamerkan Hasil Karya di Jatim Fair 2019

Kabupaten Bojonegoro, menurut Mahfudhoh Suyoto, masuk dalam daftar kabupaten miskin di Propinsi Jawa Timur. Namun seiring pertumbuhan sektor ekonomi yakni industri batik, menjadi salah satu pemicu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu diharapkan industri ini akan mampu menyerap jumlah pengangguran di Bojonegoro yang mencapai 22.856 orang ditahun 2011.

“Saya berharap agar kegiatan workshop ini akan terus menggerakkan usaha kerajinan batik di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Bu Yoto, sapaan akrab Mahfudhoh Suyoto.

Pada bagian lain, Deputy Development Manager MCL, Elvira Putri, dalam kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap para perajin di Bojonegoro. Sebab dalam program workshop ini MCL ikut berperan serta karena kerajinan batik Jonegoroan merupakan salah satu program pengembangan masyarakat dibidang ekonomi yang masuk tiga pilar program andalannya yakni bidang pendidikan dan kesehatan.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama dengan Pemkab ini para perajin batik Jonegoroan bisa terus berkembang sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambah wanita asli Sumatera ini. (suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *