SuaraBanyuurip.com -Â Ririn W
Bojonegoro – DPRD Bojonegoro berjanji segera mengundang BP. Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Mobil Cepu Limited (MCL), untuk membahas persoalan migas Blok Cepu, khususnya penerapan peraturan daerah (Perda) No. 23/2011 tentang Konten Lokal.
Pertemuan dengan pemertintah pusat itu merupakan tindak lanjut hasil hearing dengan perwakilan Paguyupan Pemuda Bojonegoro yang melakukan unjuk rasa menuntut dipekerjakan sebagai security PT. Triptra Engineers & Constructions, kontraktor Enginering Procurement And Contructions ( EPC) 1 Banyuurip.
“Kita agendakan pertemuan tanggal 11 Juli mendatang,†kata Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto, usai hearing dengan perwakilan Paguyupan Pemuda Bojonegoro, Kamis (28/06).
Dia menjelaskan, pertemuan itu perlu dilakukan karena masih banyak persoalan-persoalan yang terjadi dalam kegiatan migas Blok Cepu. Utamanya tentang belum terlibatnya kandungan lokal secara maksimal dalam kegiatan migas seperti yang sudah diamanatkan dalam Perda Konten Lokal.
“Agar semua jelas. Sehingga dapat mencari jalan keluar dari semua permasalahan yang timbul Di Bojonegoro,†papar Politisi PNBKI ini.
Karena itu, Agus meminta, agar para pemuda juga memberikan masukan tentang kegiatan maupun pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan MCL maupun kontraktornya dilapangan sebagai bahan unmtuk pertemuan mendatang.
“Kami ingin mendengar progres atau perkembangan seperti apa dilapangan,silahkan disampaikan. Kami disini siap menampung aspirasi dan bersama sama mencari jalan keluar,†ujarnya.
Selain Agus, anggota Komisi A lainnya seperti Sigit Kusharianto, Syamsul, dan  M Yasin ikut dalam hearing tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Aksi Budi Santoso menjelaskan, aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini dikarenakan MCL maupun kontraktornya, Tripatra tidak melibatkan mereka dalam kegiatan migas di Blok Cepu. Padahal para pemuda ini merupakan putra daerah Bojonegoro yang memiliki hak untuk bekerja di proyek Blok Cepu sesuai amanat Perda 23/2011 tentang Konten Lokal.
“Kami baru pertama kali kesini. Karena anda-anda adalah bapak kami, orang tua kami. Karena itu kami minta dengan sangat agar Perda Konten Lokal ini ada wujudnya. Jangan hanya tulisan saja,†ujar lelaki berusia 25 tahun ini.
Dalam pertemuan tersebut Budi menyampaikan beberapa tuntutan para pemuda diantaranya meminta PT Tripatra selaku kontraktor EPC 1 untuk merekrut pemuda daerah khususnya di sekitar Ring 1 sebagai tenaga Security karena telah bersertifikat, bagi perusahaan migas yang tidak mau merekrut mereka untuk diusir dari Wilayah Bojonegoro.
“Permintaan kami tidak muluk-muluk,kami hanya ingin dipekerjakan saja,â€ujarnya.
Sementara itu Humas PT. Metro Multi Powerindo (MMP), perusahaan penyedia jasa scurity, Warsilan HS yang ikut mendampingi para pemuda menegaskan, sebagian besar dari Paguyuban Pemuda Bojonegoro ini adalah karyawan PT MMP yang merasa selama ini tidak dimanfaatkan oleh MCL maupun semua kontraktornya.
“Memang disini ada yang menjadi karyawan PT MMP. Namun bukan dari perusahaan itu kita berangkat kesini. Melainkan hanya mencari keadilan karena perusahaan lain dibidang yang sama yaitu G4S telah mencoba memecah belah kami,†ujar Warsilan
“Bagaimana tidak, PT MMP yang telah memberikan pendidikan dan sertifikasi, namun dengan enaknya ditawari oleh G4S, apa itu benar ?,†lanjut Purnawirawan Polisi ini.
Untuk itu, Warsilan meminta anggota Dewan segera mencari solusi terbaik bagaimana agar PT G4S ini tidak merusak kegiatan latihan yang sudah dilakukan terlebih dahulu oleh PT MMP di Alun Alun Kota Bojonegoro. Karena hal tersebut bisa menjadikan suasana provokativ.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Triptra Engineers & Cosntructors, Teguh Haryono enggan berkomentar banyak menanggapi aksi yang dilakukan Paguyupan Pemuda Bojonegoro. Menurut dia, dalam melaksanakan kegiatan di proyek Blok Cepu, baik rekruitmen tenaga kerja maupun tenaga security telah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
“Itu hak mereka untuk demontrasi,†sergah pria kelahiran Bojonegoro ini.(suko)