SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, meminta agar Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, sesegera mungkin beroperasi di Tuban agar produksi puncak minyak Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) terlaksana sesuai jadwal. Sehingga dapat membantu target kebutuhan minyak Indonesia sebesar 1,5 juta barel per hari (bph) pada tahun 2014 mendatang.
“Saya berharap MCL bisa mempercepat proyek minyak ini agar nantinya kebutuhan minyak bagi warga Indonesia bisa terpenuhi. Sehingga tidak ada lagi kenaikan harga BBM yang disebabkan menurunya pasokan BBM,†tegas Noor Nahar disela meresmikan penyerahan bantuan alat tangkap ikan di Balai Desa Karangagung, kecamatan Palang, Senin (10/07/2012).
Dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang perbaikan infrastruktur perikanan 2012 ini, MCL menyerahkan bantuan berupa 6000 jaring kepada nelayan setempat.
Dilain sisi, Noor Nahar meminta kepada operator Blok Cepu untuk tak lupa memperhatikan nasib para warga dan desa-desa, khususnya yang dilintasi pipa minyak proyek Banyuurip.
“Hubungan harmonis antara warga dengan perusahaan ini harus selalu terjaga dan terpelihara agar semua pelaksanaan proyek berjalan lancar,†pesan Noor Nahar.
Ada Kecamatan di Tuban yang dilintasi pipa minyak milik MCL. Diantaranya di Kecamatan Soko, Kecamatan Plumpang, Kecamatan Widang, dan terutama adalah Desa Karangagung, Kecamatan Palang, yang merupakan ujung saluran produksi minyak mentah, sebelum ditampung ditangki raksasa ditengah laut sebelum dikapalkan untuk diproduksi menjadi bahan bakar minyak.
Pada bagian lain, Deputy Manager Mobil Cepu Ltd (MCL), Roled Sinaga menyampaikan, proyek MCL yang bertempat di Banyuurip, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro itu, puncak produksinya akan berlangsung pada tahun 2014 dan diperkirakan akan berjalan selama kurang lebih 30 tahun.
“Maka dengan ini kami minta kerjasamanya kepada semua masyarakat, dan apabila ada permaslahan apapun, baiknya diselesaikan dengan baik-baik,†ujar Roled Sinaga dihadapan para nelayan dan warga yang hadir saat itu.
Hadir dalam penyerahan alat tangkap itu perwakilan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), sejumlah Muspika Kecamatan Palang, ratusan Rukun Nelayan (RN) Desa Karangagung, dan LSM IRCOS yang menjadi mediasi atas terealisasinya permintaan masyarakat nelayan kepada Mobil Cepu Ltd. (suko)