SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Penggunaan bahan bakar Liquified Petrolium Gas (LPG) diperkirakan akan mengalami peningkatan sejak awal Ramadhan hingga lebaran nanti.
Â
Hal itu terjadi akibat kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar jenis ini akan terus bertambah. Di samping untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, juga dikarenakan adanya beberapa keperluan lain yang dilakukan masyarakat. Seperti pembuatan kue, ketupat, atau pembuatan makanan tambahan sebagai menu buka puasa atau lebaran.
Â
“Banyak membuat kue tentunya berpengaruh pada penggunaan LPG, Mas,†kata Dewi, salah satu pembuat kue asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Tuban.
Â
Dikonfirmasi mengenai perkiraan konsumsi LPG yang meningkat, Asisten Manager External Relation Pertamina Regional V Jatim, Heppy Wulansari, mengatakan, Pertamina akan menyiapkan penambahan penyaluran sebesar 10 persen atau 80.400 Matrik Ton (MT), dibanding konsumsi normal yaitu 73.100 MT/bulan.
Â
Lainya, juga akan menginstruksikan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dan Agen yang ada untuk tingkatkan buffer stock dan penambahan jam pelayanan. Serta akan disiapkan agen Satgas yang akan buka pada hari H lebaran.
Â
“Akan ditunjuk beberapa SPBE dan Agen Satgas yang akan tetap buka pada hari H lebaran,†kata Heppy.
Â
Sementara untuk antisipasi beberapa pangkalan LPG yang dimungkinkan tutup saat lebaran. Pertamina akan sediakan LPG 3 kilogram dan 12 kilogram di 483 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pada saat lebaran. Hal ini dilakukan agar warga tetap bias mendapat LPG disejumlah SPBU yang ada di Jawa Timur.
Â
“Agar tetap bisa terpenuhi, 483 SPBU akan disediakan stok LPG 3 dan 13 kilogram,†tandasnya. (edp)