Jalan Utama ke Makam Sunan Bonang Semrawut

Becak

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Kondisi jalan penghubung terminal wisata di kawasan Jalan AKBP Suroko dan kompleks wisata religi Makam Sunan Bonang di di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban dinilai tak mampu menampung arus becak. Untuk itu para pengemudi becak meminta disiapkan lajur khusus menuju kompleks makam guru Sunan Kalijaga tersebut.

Saat ini ditaksir ada sekitar 400 unit becak beroperasi di Jalan AKBP Suroko dan Jalan KH Mustain tersebut. Padanya peziarah menjadi kondisi dua ruas jalan itu semrawut, bahkan acapkali terjadi kemacetan.

Sejumlah pengayuh becak yang ditemui SuaraBanyuurip.com menyatakan, jika dua lajur jalan tersebut hanya dipakai umntuk becak tidak terjadi kemacetan dan semrawut. Makanya jika bisa para tukang becak di sana berharap agar Pemkab Tuban membangun lajur khus di jalan tersebt untuk pengemudi becak.  

“Kalau jalan ini khusus digunakan untuk becak, mungkin tidak akan semrawut seperti ini, Mas,” ungkap Sundar (40), penarik becak di dekat kompleks makam Sunan Bonang, Kamis (12/07/2012).

Baca Juga :   Jumlah Penumpang Angkutan Umum Libur Nataru Capai 8,3 Juta Orang

Keadaan kedua jalan itu memang selalu tampak semarak malam hari. Ratusan tukang becak mencari nafkah disana dengan iringan musik khas rakyat kecil yang berkumandang dari sound system kecil yang mereka pasang diantara becak kayuhnya.

Tidak terlihat rasa iri, tidak terlihat rasa untuk saling menjatuhkan. Dalam benak mereka hanya ada satu pikiran, siapa yang rajin mengayuh dan mencari penumpang, maka dia yang berhak mendapatkan penghasilan tinggi.

Kondisi yang penuh rasa guyub pada malam hari ini seolah tenggelam setelah pagi menjelang jam 07.00 WIB, jalan yang dipenuhi dengan beragam kendaraan mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan. Tak jarang senggolan antarpengemudi yang menyebabkan kecelakaan.

“Sudah sering terjadi kecelakaan disini, meski tidak sampai diketahui polisi,” ungkap salah satu tukang becak yang ada disana.

Selain becak dan roda dua, kendaraan roda empat dan truck pengangkut barang terlihat lalu lalang dan parkir seenaknya di pinggir jalan. Kondisi itu semakin memperparah keadaan jalan yang sudah padat.

“Saya parkir disini, agar masuk untuk belanja lebih enak, tidak perlu masuk untuk mencari parkir di dalam,” ujar salah satu pengemudi roda empat yang akan berbelanja disalah satu pusat belanja di Tuban.

Baca Juga :   Kontraktor Lokal Ancam Blokir Proyek Banyuurip Lagi

Saat akan dikonfirmasi, mengenai masalah ini, Kabag Humas Pemkab Tuban, Joni Martoyo,  mengatakan, sedang mengikuti kegiatan Pemkab Tuban di satu kecamatan yang ada di Tuban.

“Saya lagi di Grabagan, Mas. Signalnya putus-putus, nanti konfirmasi lagi,” ujar Joni melalui ponselnya. (tg)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *