Kontraktor Lokal Ancam Blokir Proyek Banyuurip Lagi

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kontraktor lokal sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, kembali akan melakukan aksi blokir jalan masuk lokasi proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement and Constructions/EPC)-5 Banyuurip pada Kamis, (22/1/2015) mendatang. Gara-garanya invoice (tagihan) yang dijanjikan dibayar pada Sabtu, (17/1/2015) kemarin, belum juga direalisasikan oleh PT. Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind). 

Rencananya, pemblokiran akan dillakukan kontraktor lokal  di RWI yang terletak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Tmur.

Direktur Utama CV Chandra Kharisma, Jaswadi, mengatakan, jumlah tagihan yang belum dibayar PT Demeta, subkontraktor HK-Rekind kepada kontraktor lokal sejumlah  Rp490 juta dan Rp515 juta.

“Janjinya pada pertemuan Sabtu kemarin, hari ini dibayar. Tapi, sampai saat ini belum ada kabarnya. Jadi, jika tidak segera dilunasi jangan salahkan jika lokasi masuk proyek RWI akan kami tutup,” tegas Jaswadi kepada suaranbanyuurip.com, Senin (19/01/2015).

Dia menjelaskan, sejak awal dirinya tidak mau jika tagihan itu dibayar secara bertahap. Melainkan harus secara keseluruhan. Alasannya, jika dibayar secara bertahap maka tida dapat digunakan sebagai modal, dan tidak mencukupi untuk membayar karyawan.

“Saya tidak mau dicicil. Tapi harus dibayar lunas sesuai tagihan,” tandas Jaswadi. 

Baca Juga :   Dua PNS K-2 Meninggal Dunia

Sekarang ini, Ia mengaku, masih menunggu itikad baik dari PT Demata dan HK -Rekind untuk membayar tagihan kepada kontraktor lokal.

“Jika mereka tetap tidak segara membayar, pemblokiran pasti saya lakukan. Karena, saya menuntut hak saya sendiri, dan tidak ada maksud menghambat pengerjaan proyek,” jelas pria yang biasa disapa pak Candra tersebut.

“Kita tunggu sampai hari Kamis besok. Jika tidak segera dibayar kami akan beraksi lagi,” sambung Mahsun salah satu karyawan CV Chandra Kharisma.

Untuk diketahui, aksi blokir jalan menuju proyek Banyuurip itu sebelumnya telah berulang kali dilakukan kontraktor lokal karena terlambatnya pembayaran tagihan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *