SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Hartono memberikan rekomendasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menindak tegas armada berpelat luar Bojonegoro yang digunakan PT. Tri Wahana Universal (TWU), pengelola kilang mini, di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. Rekomendasi itu dilayangkan menyusul ditemukannya 56 kendaraan dari 70 kendaraan operasional PT. TWU yang masih berplat bukan “S†Bojonegoro.
“Hari ini saya sudah perintahkan Dishub menangangi masalah itu,†tegas Setyo Hartono disela dialog publik di Pendopo Malwopati Pemkab Bojonegoro, Jum’at (13/7/2012) kemarin.
Dia menjelaskan, penggunaan puluhan kendaraan operasional berplat luar Bojonegoro oleh PT. TWU telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 23/2011 tentang Konten Lokal. Dimana dalam pasal 17 ayat 2 Perda No.23/2011 disebutkan, bahwa semua kendaraan operasional dan alat berat migas harus berplat S Bojonegoro dan didaftarkan ke Samsat bila sudah beroperasional lebih dari tiga bulan.
“Apalagi kendaraan itu sudah beroperasi setahun lebih,†sergah Ketua DPC. Partai Gerinda Bojonegoro ini.
Hartono mengungkapkan, seusai sidak Tim Optimalisasi Kandungan Lokal di kilang mini telah dilayangkan surat peringatan kepada PT. TWU untuk segera mengganti plakat kendaraan luar Bojonegoro menjadi “S†Bojonegoro. Namun peringatan itu tak pernah dihiraukan TWU.
Selain itu, lanjut dia, PT. TWU dinilai telah mengingkari kesepakatan awal untuk menggunakan sopir dan kenek lokal Bojonegoro. Karena sampai sekarang masih banyak ditemui pekerja yang berkartu tanda penduduk (KTP) dan surat ijin mengemudi (SIM) dengan alamat luar Bojonegoro.
“Sekarang maunya bagaimana kalau terus melanggar?Kalau masih bandel terpaksa ijinnya akan kami cabut,†tandas purnawirawan TNI ini.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Edi Susanto membenarkan adanya rekomendasi dari Wabup untuk menindak kendaraan operasional PT. TWU yang berplat luar Bojonegoro. Namun dari data yang diberikan tersebut Dishub akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di lapangan.
“Akan kami inventarisir dulu. Karena tetap ada evaluasi pada saat rapat Tim Konten Lokal nantinya,†sambung mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro ini. (suko)