SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Gara-gara tak dilibatkan dalam jasa pengangkutan minyak mentah Tiung Biru (TBR), seorang warga Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nekat memblokir lokasi sumur TBR A yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Aset IV Field Cepu, Jum’at (2/1/2015).
Dalam aksinya, ia memasang satu unit truk tanki melintang di depan pintu TBR-A sehingga mengakibatkan 13 armada tanki berkapasitas 5000 liter pengangkut minyak TBR tak bisa masuk ke dalam lokasi.
“Saya tidak demo, juga tidak ada niat menghambat produksi yang dilakukan Pertamina EP. Tapi saya pengen ikut kerja, karena saya juga warga Kalisumber,” kata Prapto, warga setempat yang memasang truk tanki di pintu TBR-A kepada suarabanyuurip.com, Jumat (02/01/2015).
Prapto menjelaskan, penutupan pintu masuk lokasi TBR-A ini dilakukan karena dia sudah kesal dengan sikap kelompok masyarakat (Pokmas) Kecamatan Tambakrejo sebagai pengelola road tank (jasa angkutan minyak) TBR. Sebab dirinya sudah beberapa kali koordinasi dengan pokmas tidak direspon. Artinya tak ikut dilibatkan usaha tersebut.
“Apa yang saya lakukan ini biar Pertamina EP tahu dan ada perhatian. Karena, saya sebelum membeli armada juga sudah koordinasi dengan Pokmas. Tapi, ada penambahan armada saya malah tidak dilibatkan,” ujar tokoh masyarakat desa Kalisumber tersebut.
Terpisah, Koordinator Road Tank TBR, Juari, sebelumnya sudah memberikan pemahaman untuk satu armada dimiliki dua orang. Jadi bisa mengakomodir peminat warga lainnya. Tapi, penjelasan tersebut tak diterima Prapto.
“Sedangkan, koordinasi Mas Prapto dengan Pokmas hanya satu anggota pokmas saja. Harusnya, koordinasi secara keseluruhan Pokmas biar semua jelas,” sambung Juari menjelaskan.
“Kami tetap menghargai niat Mas Prapto ini, dan biar Pertamina EP nanti yang memberikan keputusan,” imbuhnya.
Saat ini pertemuan di lokasi TBR – A masih berlangsung antara Prapto, perwakilan Pokmas Tambakrejo, dan tim PEP Aset IV Field Cepu. (sam)