SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Setelah sebelumnya protes dengan cara menanami jalan dengan pohon pisang, kini warga Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, memasang spanduk protes karena jalan desanya rusak. Aksi ini dipicu karena sikap Joint Operating Body Pertamina PetroChina Est Java (JOB-PPEJ) dianggap warga tak peduli terhadap jalan yang rusak, Sabtu (14/7/2012).
Jalan yang dipersoalkan warga tersebut merupakan penghubung lokasi Well Pad-A, sumur Sukowati yang dioperatori JOB-PPEJ. Jalan sepanjang 600 meter tersebut juga menjadi jalan satu-satunya bagi warga yang melintas dusun tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Imam Sutikno, mengatakan, jika setelah penanaman pohon pisang, warga sekarang memasang spanduk yang berisi protes atas ketidakpedulian JOB PPEJ. Perusahaan migas itu membiarkan warga sekitar menikmatai debu setiap harinya, serta jalan berbatu yang tidak layak untuk dilewati.Â
“Spanduk itu dipasang atas inisiatif warga,jadi orang yang lewat biar tahu itu tanggung jawab siapa,†ungkap guru bidang studi Agama Islam di SDN Banjarjo 1 Bojonegoro tersebut.
Selain itu, warga yang berada di dekat Well Pad A, terlebih berada tepat di pinggir jalan mengeluhkan akan debu yang beterbangan jika siang hari. Hal tersebut tentu saja mengganggu pernafasan terlebih banyak anak kecil di sekitarnya.
“Saya terpaksa lewat sini, Mbak. Mau lewat mana lagi wong jalannya cuma satu. Tapi kok ya pejabat-pejabat itu tak mau tahu kalau ada jalan yang seperti ini,†kata Ny  Suparmi, salah satu warga yang melintas di kawasan jalan yang rusak tersebut, Sabtu (14/7/2012).
Sementara itu, Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut karena berada di luar kota untuk berlibur.
Terpisah Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, kaget mendengar informasi terkait jalan rusak itu. Dia menyatakan, akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan siapa yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan tersebut.
“Saya akan ke lokasi segera, agar tidak ada saling lempar antara JOB PPEJ dengan DPU. Jadi bisa segera teratasi,†tegas Setyo Hartono. (tg)