SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Seorang remaja di Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diduga menjadi korban kekerasan di salah satu showroom mobil yang ada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Remaja tersebut adalah Andi Arman, (17), warga Kelurahan Sukolilo. Awal penganiayaan, Andi mengaku mendapat panggilan dari Indra, seorang perempuan yang disebut sebagai pemilik Show room tersebut.
“Saya dipanggil untuk datang, katanya mau dikasih pekerjaan,” kata Andi, ketika ditemui sejumlah wartawan di rumahnya Sabtu (28/9/2014) kemarin.
Saat datang ke show room inilah, korban langsung diinterogasi oleh beberapa pria dewasa. Dia dituduh melakukan pencurian ponsel di konter yang sekaligus sebagai show room tersebut.
“Tetapi saya tidak mencuri, saya hape nya yang mana juga tidak tahu,” kata Andi.
Karena tidak mengakui perbuatan yang dituduhkan, korban mulai mendapat siksaan. Andi disiksa dengan ditang pada jari-jari tangan, kaki disulut rokok, dan bahkan disekap dengan cara mulut dan mata dilakban. Bahkan korban juga mengaku ada seseorang yang sempat menodongkan pistol ke kepala korban.
Tetapi karena tetap tidak mengaku, korban kemudian di bawa ke kawasan hutan Jati Peteng, Kecamatan Jenu. Di sini korban kembali mendapatkan penyiksaan sampai semua pakaian dilucuti.
“Saya tidak merasa mencuri, kemudian saya kembali di bawa ke Show room,” kata Andi.
Korban baru bisa pulang setelah pemilik Show room memanggil orang tuanya dengan alasan sang anak ingin bertamu. Meski didesak, korban yang merasa tidak bersalah ini tetap tidak mau mengaku mencuri dihadapan orang tuanya.
Saat ini, korban sudah berada di rumah sederhananya dan mengalami beberapa luka akibat penganiayaan. Keluarga korban mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolres Tuban.
Saat ini suarabanyuurip.com sedang berupaya mendapatkan konfirmasi dari Mapolres Tuban dan pemilik showroom untuk memastikan peristiwa tersebut.(edp)