SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro kembali menggelar Sidak (Inspeksi Mendadak) di proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, Selasa (17/7/2012). Sidak ini dilakukan setelah Tim Kandungan Lokal mendapat banyak laporan dari masyarakat sekitar lokasi proyek.
Sidak kali ini dilakukan dilokasi akses road di Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu milik PT. Tripatra Engineers & Constructors. Namun begitu tiba di pintu masuk Acces Road, rombongan Tim diantaranya terdiri dari Kepala Badan Perijinan Bambang Waluyo, Kabag Hukum Agus Supriyanto, Asisten II Nono Purwanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Iskandar, Staf Dinas Perhubungan, Kasatpol PP Kamidin, tidak diperbolehkan masuk oleh Supervisor Security dengan alasan Safety.
“Kalau tidak boleh masuk, tutup saja proyeknya,†tegas Kepala Kasatpol PP, Kamidin jengkel.
Meski telah dilakukan diskusi, rombongan tim tetap tidak diperbolehkan masuk lokasi oleh security Tripatra dengan alasan demi keselamatan. Ditempat ini, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Iskandar, memeriksa semua kartu tanda penduduk (KTP) milik Security. Namun tidak menemukan pelanggaran.
“Semua KTPnya (security) berasal dari Mojodelik dan sekitarnya,†sambung Iskandar.
Ditempat ini, rombongan Tim Kandungan Lokal banyak menemukan banyak dump truck pengangkut tanah urug proyek EPC 1 Banyuurip berpelat S luar Bojonegoro. Diantaranya sepertipelat AG, W, N dan B. Sedangkan berpelat S Bojonegoro minim sekali.
Wawan staff Dinas Perhubungan, dalam sidak itu juga sempat mengintrogasi salah satu sopir dump truck. Dari hasil introgasi, sopir mengaku masih dalam masa tilang dan belum mengikuti sidang. Selain itu, tim juga menemukan 3 truck lainnya yang melakukan pelanggaran karena tidak bisa menunjukkan surat ijin mengemudi (SIM) atau suarat tanda nomor kendaraan (STNK).
“Mereka rata-rata kena tilang semua karena menggunakan plat luar Bojonegoro dan muatanya melebihi batas tonas jalan yang sudah ditentukan,†ungkap Wawan.
Akibat tidak diperbolehkannya masuk lokasi, dengan sangat kecewa meninggalkan lokasi akses road. Ssebagian rombongan tim kandungan lokal akhirnya memutar jalan Desa Begadan. (suko)