SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro -Sempat libur dua hari pada awal ramadan 1433 H yakni, Jum’at dan Sabtu (20-21/7) kemarin, pengurukan lahan proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, Minggu (22/7/20120) siang tadi dimulai lagi. Ratusan dump truck kembali berkatifitas mengirim tanah urug ke lokasi proyek melalui akses road di Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim.
“Hari ini kegiatan (pengiriman tanah urug) kembali normal,” kata Khamim salah satu ceker (petugas pengawas) muatan tanah urug sebelum masuk kelokasi proyek kepada www.suarabanyuurip.com, Minggu (22/7/2012).
Seperti sebelumnya, pengiriman tanah urug dipusatkan dibeberapa lokasi. Yakni Well Pad A dan B di Desa Mojodelik dan Well Pad C di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem. Selain itu, juga di akses road yang akan digunakan sebagai pintu gerbang keluar masuknya logistik proyek EPC-1 maupun EPC 2 dan 5.
Dari pantauan, dimulainya lagi aktifitas pengurukan lahan ini membuat jalan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya Jalan Raya Bojonegoro – Cepu kembali padat. Iring-iringan dump truck pengangangkut tanah urug kerap kali membuat pengguna jalan harus lebih bersabar dalam memacu kendaraannya. Karena selain ada ratusan dump truck, jalan tersebut juga dipadati dump truk pengangkut tanah urug untuk proyek doubel track (jalur ganda) rel kereta api Semarang – Surabaya. (suko)