SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro– Sempat terhenti sejak Sabtu hingga Minggu (28-29/7) gara-gara tiga dump truk gagal dumping, aktivitas pengurukan lahan proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, kembali normal setelah akses road dibuka, Senin (30/7). Meskipun pagi tadi sempat ada 200 dump truk (DT) yang tidak diperbolehkan membongkar muatan tanah urug dilokasi Well Pad Banyuurip.
Dibukanya akses road oleh PT. Tripatra Engineers & Constroctor, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL) untuk proyek EPC-1 Banyuurip tersebut didasarkan beberapa pertimbangan.Yakni  selain mengejar target penyelesaian proyek, juga permintaan dari para leader pengurukan tanah urug.
Sarpan, Direktur Utama, PT Berkat Shapindo, salah satu leader pengurukan lahan EPC-1 Banyuurip ketika ditemui di Kantor Forum Komunikasi Kontraktor Lokal (FKKL) mengatakan, penutupan akses road beberapa waktu lalu dinilai sangat menghabat penyelesaian proyek. Lain itu juga merugikan para leader karena dump truck yang digunakan semuanya sewa.
Karena itu, lanjut dia, jika Tripatra tetap menutupnya semua sopir juga akan menutup jalur akses yang dilewati Tripatra maupun MCL.
“Alhamdulillah Mas, sejak jam 09.00 Wib tadi akses road sudah dibuka dan dump truck pengangkut pedel kembali lancar masuk lokasi,†kata Sarpan, Senin (30/7/2012) pagi tadi.
Senada juga dikatakan Hariyanto, Koordinator dump truck PT Violet Vizhaxena. Dia menyatakan, meski belum keseluruhan beroperasi, namun sekarang ini sudah ada sekitar 300 lebih dump truk yang mengangkut pedel. Baik di Well Pad A dan B Desa Mojodelik, Well Pad C Desa Gayam, Kecamatan Ngasem. Ratusan dump truck itu melalui akses road di Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu.
“Biasanya sehari ada sekitar 700 dump truk mengirim pedel, Mas. Semoga mulai sekarang pengiriman lancar sehingga penyelesaian proyek EPC-1 Banyuurip sesuai harapan bersama,†ungkap warga asal Desa Gayam tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, akses road ini sempat ditutup MCL karena telah terjadi insiden tiga dump truk gagal dumping dalam sehari, Mnggu (29/7) kemarin. Lain itu, penutupan juga dikarenakan pengiriman tanah urug tidak sesuai dengan kesepakatan yang disepakati bersama yakni, aktivitas hanya berlangsung setengah hari selama Ramadan. (suko) Â Â