SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Merasa belum mendapatkan perhatian dari kontraktor Enginering,Procurement and Constructions (EPC) 1 lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, warga Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, mengancam akan melakukan sweeping seluruh kontraktor yang melintas di desanya. Padahal desa ini merupakan desa ring 1 sumur Banyuurip.
Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo, mengatakan, jika selama ini PT Tripatra belum memaksimalkan tenaga yang ada. Jika diperhatikan untuk pekerjaan kecil seperti penggarap tanah atau persewaan genset memanfaatkan dari luar Bojonegoro.
“Masa begitu saja harus dari luar, kami disini juga bisa mengerjakan. Apalagi sewa mobil ada beberapa warga yang menyediakan, maka dari itu kami sering lakukan sweeping,†terangnya, Selasa (31/7/2012).
Dia jelaskan, sweeping dilakukan satu bulan sekali atau 2 kali seminggu untuk mengecek apakah pada pelaksanaan proyek sudah dilakukan warga setempat atau dari daerah lain bahkan luar Bojonegoro.
“Meskipun ada 60 tenaga kerja non skill dari Desa Mojodelik yang ikut bekerja, tapi bagi kami itu masih hal wajar. Jangan sampai pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri dikerjakan orang lain seperti hal-hal kecil tadi,†tegasnya.
Selama ini pihaknya sudah berusaha melakukan koordinasi dengan PT Tripatra agar pekerjaan-pekerjaan seperti sewa mobil,sewa genset atau menggarap tanah bisa dilakukan warga setempat,namun hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Kalau mereka masih acuh begitu, terpaksa kami lakukan sweeping lagi agar mereka sadar disini kami tidak mau jadi penonton,†timpalnya.
Sementara itu, Community Affair and Manager PT Tripatra, Budi Karyawan, menegaskan jika pihaknya sudah memberdayakan warga sekitar selama ini. Akan tetapi tidak semua orang bisa diikutsertakan.
“Selama ini kita sudah berusaha maksimal mengikutsertakan warga di ring 1, termasuk Desa Mojodelik untuk pekerjaan EPC 1,†tukasnya melalui Short Message Service (SMS). (tbu)