SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kekhawatiran yang selama ini menghantui, Srinadi (70), terhadap ancaman pembunuhan dari menantunya, nampaknya benar-benar terwujud. Disaat orang-orang berangkat sholat Tarawih, kakek yang penah dua kali menikah asal di Dusun Widengan, Desa Gedongombo, Kecamatan Semandin, Kabupaten Tuban digebuki menantunya, Subandi (45), hingga tewas, Selasa (31/7/2012) malam.
Dia tewas dengan luka parah sesaat setelah dirawat di RSUD Dr R Koesma Tuban. Jenasahnya pada, Rabu (1/8/2012) pagi, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Sedangkan Subandi saat ini ditangkap jajaran Polsek Semending untulk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Â
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip.com menyebutkan, selama hidupnya Srinadi mengaku merasa tidak nyaman dan takut tinggal di rumahnya, sejak menantunya Subandi kembali bersama anaknya dan tinggal seatap dengannya. Hal ini disebabkan beberapa tahun silam, dirinya pernah menderita luka bacok akibat ulah menantunya itu.
Apalagi selama ini, menatuanya itu temperamental dan sering terlibat cekcok dnegannya. Bahkan, disaat pertengkaran mulut berlangsung sang menantu seringkali mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.
“Bapak memang mengaku kurang tenang tinggal di rumah setelah Subandi kembali,†cerita Juki (50), anak pertama Srinadi di tempat pemakaman.
Kali ini penganiayaan terjadi saat orang lain sedang khusuk menjalankan shalat Tarawih. Seperti biasa istri dan anak-anak Srinadi berangkat ke musholla. Di rumah hanya ada Ulfa (15) anak terakhir Srinadi yang menemaninya. Entah karena factor kebetulan hingga Subandi sang menantu juga ada di rumah.
Seperti biasa cekcok pun terjadi. Hingga tiba-tiba Subandi menghajar mertua laki-lakinya dengan tangan kosong. Hingga menderita luka dan menyebabkan pendarahan yang serius, pada bagian mulut, hidung dan kepala.
Saat akan dikonfirmasi, Ulfa belum bisa menjelaskan detail karena masih shock dengan kejadian yang menimpa ayahnya. Terlebih tragedi berdarah itu tepat berada di depan matanya.
Beberapa orang yang mendengar teriakan Ulfa langsung menuju rumah Srinadi. Warga yang sebagian besar perempuan itu takut masuk rumah, karena Subandi masih duduk terbengong di kursi ruang tamu. Mereka baru berani masuk untuk memberi pertolongan kepada pria gaek itu, setelah Subandi menghilang ke dalam ruang dalam.
Seketika itu para perempuan memanggil kaum pria yang ada di Musholla untuk memberi pertolongan. Srinadi pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Â
“Srinadi meninggal di rumah sakit ,†ujar salah satu warga yang menolong korban.
Dikonfirmasi, Kapolsek Semanding AKP Mardliyah membenarkan kejadian penganiayaan yang berujung kematian ini. “Korban meninggal bukan di TKP (tempat kejadian peristiwa), namun di rumah sakit beberapa jam setelah kejadian,†ujar Mardliyah.
Saat ini tersangka sedang dalam penanganan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (tbu)