Warga Kujung Tuntut Fungsi TKD Dikembalikan

Musyawarah TKD Kujung

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Sekitar 50 petani dan pemuda Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban mendatangi balai desa setempat, kemarin malam.  Mereka menuntut pengembalian fungsi Tanah Kas Desa (TKD) yang selama ini sebagai sumber utama penyediaan pengairan bagi petani setempat.

Sementara itu hingga hari Kamis (02/08/2012), beberapa warga masih terlihat memantau kondisi TKD seluas tiga hektar yang berlokasi di perbatasan desa itu. Tanpa sepengetahuan warga airnya sudah terkuras dan diganti dengan tanaman padi.

Sebelumnya mereka telah menuntut untuk pengembalian fungsi TKD ini sebagai tambak. Menurut kesepakatan awal tanah itu setelah dilelang hanya diperbolehkan untuk dipergunakan sebagai tambak. Adapun apabila lahan tersebut mau ditanami, maka harus menunggu masa panen terlebih dahulu yaitu sekitar dua bulan lagi.

“Itu sumber irigasi desa, kami menuntut untuk dikembalikan seperti semula,”  ujar Khumaidi Haris, Ketua Karang Taruna desa setempat.

Warga sempat menuding, dua perangkat desa masing-masing ES (27) Kaur Pengairan dan MY (33) Kaur Pemerintahan, terlibat dalam persekongkolan dengan pengontrak lahan terkait alih fungsi ini. Sedang dua orang yang dituduh oleh warga ini hanya bisa diam saat proses mediasi berlangsung.

Baca Juga :   Nilai Kesadaran Pelajar Tuban Minim

“Warga curiga, dua perangkat ini terlibat persekongkolan dengan pemilik lahan,” ujar salah satu warga.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Kujung, Sugito, menyatakan akan segera melakukan musyawarah kepada pengontrak tanah yang berasal dari Lamongan itu, guna membicarakan beberapa kesepakatan yang dulu telah diambil. “Kita akan musyawarahkan ini,” ujar Gito kepada warga.

TKD itu selama ini  dimanfaatkan sebagi tambak. Selain oleh pengontrak untuk ditebari benih ikan, juga dimanfaatkan sebagai penampung air dari rawa sebelum di salurkan ke sawah-sawah desa setempat. Namun, beberapa warga mengaku akhir-akhir ini sawah kering. Saat dicek ternyata tanah airnya sudah terkuras dan ditanami padi.  (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *