Tradisi Salam Tempel Lebaran Belum Punah

tukar uang receh

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Saat berbicara tentang Lebaran, dalam benak kita pasti terfikirkan beberapa hal yang unik di tengah masyarakat kita. Salah satunya tradisi salam tempel yang akan diberikan kepada anak-anak  yang ada di lingkungan sekitar.

Dalam tradisi salam tempel, bukan jumlah yang membuat menarik bagi anak kecil. Mereka lebih senang saat menerima uang pecahan yang masih gres daripada menerima dengan jumlah lumayan, tapi uang sudah dalam keadaan lusuh.

Untuk itu, sebelum lebaran yang kurang dari sepuluh hari lagi beberapa masyarakat terlihat sudah ramai mendatangi tempat penukaran uang. Kondisi ini di prediksi akan meningkat tajam saat H-5 menjelang lebaran nanti.

“Biasanya H-5 lebaran jumlahnya membludak,” ujar Amelia, salah satu petugas penukaran uang di salah satu bank yang ada di Jalan Veteran Tuban, Kamis (8/8/2012).

Disebutkan, saat H-5 nanti jumlah uang yang ditukarkan bisa mencapai nominal hingga Rp 200 juta dalam sehari. Sedang saat ini jumlah uang yang ditukarkan dalam sehari mencapai nominal Rp 150 juta per harinya.

Baca Juga :   Rute Karnaval Budaya Cepu Berubah-ubah

Maka agar semua masyarakat bisa turut serta dalam penukaran uang. Pihaknya membatasi penukaran uang dengan jumlah maksimal Rp 3,7 juta per orang. Dengan rincian uang recehan baru yang bisa ditukarkan dengan nominal dua ribu rupiah, lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, dua puluh ribu rupiah hingga lima puluh ribu rupiah.

Beberapa warga saat ditemui menyatakan, menukarkan uang recehan mereka sebelum benar-benar mendekati lebaran agar tidak antri terlalu lama.  Alasan lain, mereka menjadualkan untuk berlebaran ke rumah famili yang berada di luar kota sebelum lebaran.

“Karena nanti Saya lebaran di rumah orangtua,” ujar Wahyuni, salah satu penukar uang.

Petugas penukaran uang juga menyatakan, alasan membludaknya pemukaran uang saat H-5 nanti karena penukar uang adalah warga asli Tuban. Selain karena tidak ada jadual lebaran di luar kota, juga karena rata-rata mereka adalah perantau yang baru datang di tanah kelahirannya yaitu Tuban. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *