SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Pihak Pemdes Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, mengakui jika ketidakterlibatan pemuda dalam pembentukan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal tingkat desa adalah suatu kesalahan, karena hanya mengambil perwakilan perangkat desa serta BUMDes. Namun, ditekankan jika adanya Tim Optimalisasi ini tidak memiliki hak untuk mengeksekusi apapun kegiatan desa.
“Mereka ini hanya menjembatani saja, agar tidak ada kesalahfahaman antara warga dengan operator migas. Kami mohon maaf jika pemuda tidak dilibatkan. Besok tidak akan terulang lagi,” kata Kepala Desa Campurejo, Budi Utomo, dihadapan para pendemo.
Selain itu, pemdes yang dinilai tidak transparasi selama ini salah besar. Karena, semua selalu dibicarakan dengan baik melalui musyawarah. Sehingga yang dituntut para pemuda Plosolanang ini hanya bersifat miss komunikasi saja.
“Kami akan klarifikasi satu-satu tuntutan dari kalian semua,” sergahnya.
Dari penjelasan yang diberikan oleh pemdes, adanya perekrutan kerja pada proyek gas flare akan dilakukan secara terbuka atas dasar perjanjian tertulis antara desa dengan PT BBS. Namun, jangan hanya aksi sosial saja tapi ada persiapan mental dan kesiapan sertifikasi karena kebutuhan tenaga kerja akan merekrut tenaga kerja skill.
“Kalian juga harus mempersiapkan diri untuk pekerjaan nanti, karena PT BBS berjanji usai lebaran diadakan sosialisasi peluang kerja dan usaha,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kompensasi yang diminta hari ini juga telah dicairkan namun tidak 3 bulan seperti biasanya. Karena terhitung bulan Juni-Juli saja masa drilling-nya, yakni sebesar Rp 50.000/KK.
“Untuk kompensasi hanya dua bulan saja, segera kami kontribusikan,” ungkap Humas JOB PPEJ, Nurhasim.
Setelah satu persatu terjawab, terlihat para pemuda dapat menerima dan meminta ke depan pihak desa tidak lagi slintutan atau tidak transparan dalam setiap kegiatan di desa.
“Kami tetap meminta pada Pak Lurah, jangan lagi mengacuhkan keberadaan kami. Apapun itu kami harus dilibatkan,” tegas Zuhri, Ketua Komunitas Pemuda Plosolanang.
Akhirnya para pemuda tersebut tidak jadi melakukan aksi blokir, karena semua tuntutan mendapatkan kesepakatan antara kedua belah pihak.
Terpisah, Direktur PT BBS Deddy Affidick menyatakan, jika aksi warga adalah permasalahan internal. Karena selama ini apa yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai prosedur.
“Ya kalau mereka mau demo silahkan, itu hak masing-masing. Masalah tuntutan seperti yang saya sampaikan sebelumnya usai lebaran kami sampaikan secara transparan dan terbuka baik terkait tenaga kerja dan peluang usaha,”tegasnya. (rien/tbu)