Merah Putih pun Berkibar di Blok Cepu

agustus mojodelik

SuaraBanyuurip.com

Bojonegoro – Lampu neon menyala terang dibeberapa sudut lapangan sepak bola Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Sorak sorai terdengar riuh memecah kesunyian malam kampung Ring 1 Ladang Migas Blok Cepu. Kampung petani yang biasanya selepas mahgrib sunyi senyap, sejak awal Agustus lalu, terasa hidup.

Sejumlah umbul-umbul terpasang disekitar lapangan. Kainya yang warna-warni  bergoyang lembut diusik sang bayu. Sama seperti para pemain bola malam itu. Dengan lincah mereka beradu keahlihan menggocek si kulit bundar.

Kepiawaian para pemuda desa  itu seakan menjadi pelipur warga disana. Melupakan sejenak hiruk pikuk proyek pengembangan penuh lapangan minyak banyuurip yang mulai menggeliat. Menanggalkan sejenak beban berat sebagai buruh proyek ditanah sendiri.

Bagi warga tepian hutan Jati RPH Gledekan, KPH Bojonegoro, peringatan tujuh belasan merupakan agenda rutin saban tahun yang mereka peringati. Meskipun dengan kesederhanaan- karena bersamaan dengan bulan ramdahan- kegiatan yang diprakarsai Karang Taruna itu tetap meriah dan semarak.

“Turnamen ini (sepak bola) antar dukuhan. Ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke-67,” kata Ketua Panitia Kegiatan, Sanoto didampingi Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo ketika menghadiri inal turnamen sepak bola tujuh belasan antara Dukuh Samben versus Gledekan serta Mojodelik vs Gledegan di kelompok umum.

Baca Juga :   Diduga Lakukan Pelecehan, Polres Bojonegoro Tetapkan Makelar Mobil Jadi Tersangka

7 dukuhan yang mengikuti turnamen tersebut adalah Samben, Ledok, Rambitan, Dawung, Mojodelik, Gledegan dan Sogo. Dalam turnamen sepak bola ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu anak-anak mulai kelas SMP kebawah dan umum setingkat SMA.

Alasan dipilihnya turnamen sepak bola ini karena olahraga tersebut sangat populer dan digandrungi masyarakat. Terlebih Desa Mojodelik merupakan desa kelahiran salah satu pemain tim nasional sepak bola yakni Samsul Arif. Pemain yang kini masih setia membela Persibo Bojonegoro di Indonesia Primer League(IPL).

“Sekaligus untuk memotivasi pemuda disini agar bisa menyalurkan bakatnya,” sahut  Sandoyo. “Apalagi sudah hampir  kurang lebih 6 tahun kegiatan turnamen sepak bola fakum,” lanjutnya.
Dia optimis, dengan semangat para pemuda dan didukung fasilitas olahraga yang memadai akan mampu melahirkan generasi pemain sepek bola seperti Samsul Arif. “Insya Allah tahun ini lapangan Mojodelik mulai dibangun,” ungkapnya.

Bukan hanya di Mojodelik. Kemeriahan tujuh belasan juga terlihat disejumlah desa ring 1 Banyuurip lainnya. Desa Gayam, misalnya, diselenggaran turnamen futsal yang dipusatkan dibebarapa dusun. Seperti Dusun Sumur Pandan, Gayam, dan Templokorejo. Turnamen sama juga diselenggarakan di Desa Brabowan dan Bonorejo.

Baca Juga :   Kader Posyandu Tunggu Janji Istri Bupati

Untuk menyelenggarakan turnamen ini para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna berhasil menyulap lapangan volley dan sisa tanah lapang didaerahnya menjadi lapangan futsal.

Turnamen ini pun juga cukup menyita perhatian warga sekitar. Mereka rela bertarung melawan dingin dan menghabiskan malam dipinggir lapangan untuk memberikan semangat timnya. Canda tawa mereka kadang terpecah mengalahkan gemuruh mesin di gas oil separation plant (GOSP) banyuurip. Fasilitas pemoresan minyak mentah dari sumur Banyuurip sebelum dialirkan ke kilang mini milik PT. Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu dan kepenampungan milik Pertamina di Desa Rahayu, Kecamatan Sokosari, Tuban.

“Lumayan mas, bisa buat hiburan setelah salat terawih,” kata Sujud,  Warga Desa Gayam sambil menghembuskan asap rokok kretek untuk mengusir dingin.

Kemeriahan dan semarak tujuhbelasan ini cukup membuktikan jika  jiwa nasionalisme masih menancap kuat dalam diri pemuda dan warga sekitar pemboran migas Blok Cepu. Meski di daerah mereka sekarang ini telah kedatangan perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat, namun merah putih masih berkibar tinggi di Blok Cepu. (samian sasongko/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *