Wabup Soroti Proyek DKP

trotoar

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Proyek perbaikan trotoar disejumlah titik jantung kota Bojonegoro yang dilaksnakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) setempat membikin Wakil Bupati (wabup) Bojonegoro, Setyo Hartono geram. Pasalnya pembongkaran yang dilakukan membuat semua paving menumpuk dipinggir jalan raya dan berakibat mengganggu pengguna jalan.
“Itu bisa membuat pejalan kaki celaka, terlebih anak kecil. Bahkan menyebabkan kecelakaan jika pengendara motor tidak waspada,” ujarnya geram kepada www.suarabanyuurip.com, Jum’at (24/8/2012).

Purnawirawan TNI ini juga mensayangkan, waktu pengerjaan perbaikan trotoar DKP bersamaan moment Hari Raya Idul Fitri yang sedang melakukan arus mudik maupun balik.
“Seharusnya DKP menunda perbaikan trotoar itu. Kalau kondisi seperti sekarang,orang dari luar daerah menganggap Kota Bojonegoro berantakan,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Nurul Azizah menyatakan jika adanya perbaikan tersebut demi keindahan dan kenyamanan kota. Namun pihaknya meminta maaf kepada masyarakat jika adanya perbaikan tersebut mengganggu aktivitas.
“Kami mohon maaf jika ternyata perbaikan tersebut menganggu aktivitas warga. Namun perbaikan harus tetap dilaksanakan karena  sudah ditenderkan, kalau tidak akan kena denda,”ujarnya.
Menanggapi kritikan Wabup, Nurul mengatakan, jika memang pekerjaan perbaikan trotoar tersebut tertunda dan mengakibatkan penumpukan paving di pinggir jalan. Oleh karena itu pihaknya akan menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 20-30 orang untuk mempercepat pekerjaan.

Baca Juga :   Tuntut Transparansi Perekrutan Naker

“Target kita akhir september sudah selesai,” tegas mantan Camat Kalitidu ini.
Sekadar diketahui, saat ini ada 12 titik trotoar yang diperbaiki diantaranya Jalan Panjaitan, Jalan Hasyim Ashari, Panglima Sudirman, Imam Bonjol, Ahmad Yani, Trunojoyo, Gajah Mada, Kartini, MH Thamrin, Rajekwesi, Mastrip,dan Jalan Untung Suropati.
“Untuk Jalan Pattimura,Jalan Panglima Polim,dan Jalan Veteran dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum,”kata Ibu dua anak ini. Pekerjaan tersebut menelan anggaran 1,8 Miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. (rin/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *