Tuntut Transparansi Perekrutan Naker

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak sekira 200 orang gabungan dari Aliansi karang taruna (Kartar) 10 desa ring 1 PT Semen Indonesia (PT SI persero), Tuban, Jawa Timur, meminta PT Swabina Gatra (PT SG) untuk transparan dalam perekrutan Tenaga Kerja (Naker).

Selama ini perekrutan yang dilakukan anak perusahaan BUMN tersebut, disinyalir tertutup atau kurang transparan dan tidak mementingkan warga terdampak di ring 1.

“Perekrutan Naker selama ini malah terkesan kucing-kucingan,” kata Korodinator Aksi, Ja’an (27), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai hearing bersama dengan perwakilan PT SG, di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Kamis (28/01/2016).

Problem sosial tersebut telah dirasakan masyarakat ring 1 sejak lama, dan baru berani menyampaikan langsung ke publik setelah mendapat restu dari 10 Pemdes sekitar PT SI.

10 desa terdampak ring 1 meliputi, Desa Sumberarum, Karanglo, Tlogowaru, Temandang, Tobo, Sugihan, Pongpongan, Karangasem, Mliwang, dan Sembungrejo. Semuanya dari tiga Kecamatan Kerek, Merakurak, dan Jenu, Tuban.

Salah satu contoh, perekrutan tanggal 1 Oktober 2015, dari 10 Naker yang masuk, tujuh diantaranya berasal dari Kecamatan Tambakboyo. Padahal Sumber Daya Manusia (SDM) lokal cukup mumpuni untuk bagian tertentu.

Baca Juga :   Camat Purwosari Bantah Tolak Reklamasi Galian C

“Kami menanyakan kenapa itu bisa terjadi,” jelasnya.

Selama ini informasi melalui online dijadikan alasan transparan oleh perusahaan. Padahal sistem tersebut justru menyulitkan warga mengakses peluang kerja, karena proses yang berbelit.

Diketahui beberapa hearing antara aliansi Kartar, Pemdes, maupun PT SG selama ini hasilnya nihil alias tidak pernah terealisasi.

Terbukti hasil pertemuan hari Selasa (10/10/2015) lalu, di Kantor PT SG tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk merekrut warga ring 1. Padahal semua Pemdes terlibat dalam pertemuan tersebut.

Terpisah, Manager PT SG, Slamet, mengatakan, urusan perekrutan naker merupakan kewenangan, Baliyah, selaku Kasi SDM dan Umum. Pihaknya hanya menerima nama-nama Naker yang diusulkan oleh Baliyah.

Pihaknya tidak dapat memutuskan urusan Naker, penyebabnya yang bersangkutan ada tugas di perusahaan Rembang, Jawa Tengah.

“Saya tidak dapat memutuskan urusan ini,” kelitnya.

Selaku menajer, pihaknya hanya mengupayakan pertemuan dengan Baliyah. Tetapi tidak berani menjamin kapan waktu pertemuan tersebut. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Dirikan Belasan Pos Pantau di Jalur Pantura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *