Kekeringan Landa 14 Kecamatan di Bojonegoro

kebakaran

SuaraBanyuurip.com – Ririn W

Bojonegoro – Kondisi wilayah yang kekeringan disaat kemarau terik menyebabkan Kabupaten Bojonegoro rawan terjadi kebakaran.  Kondisi ini diperparah dengan munculnya kekeringan yang melanda 14 wilayah kecamatan di Bumi Angling Dharma.  

Sementara itu sepanjang bulan Agustus 2012, telah terjadi enam peristiwa kebakaran di wilayah setempat. Semuanya telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro.   

“Kebakaran yang sering terjadi disini disebabkan oleh kelalaian manusia karena kurangnya memahami faktor timbulnya api, terlebih pada musim kemarau,” jelas Kepala BPBD, Kasianto, saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Selasa (28/08/2012).

Dia jelaskan, jumlah peristiwa kebakaran di  Bojonegoro cenderung meningkat dari bulan sebelumnya. Hal ini membuat BPBD sigap dalam menangani kebakaran dengan bekerja sama dengan semua media, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat.

“Kami berkali-kali menghimbau warga, bagi yang meninggalkan rumah untuk mematikan sakelar listrik. Melepas selang pada gas elpiji dan menjauhkan bahan-bahan yang mengandung bio gas, dimana bisa mengurai api jika terkena panas,” tegasnya.

Baca Juga :   Lelang Barang Tak Transparan Anak Perusahaan Semen Indonesia Didemo 

Selain itu, kemarau juga telah menyebabkan kekeringan di 38 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Bojonegoiro dalam mengatasi kekeringan tersebut, seperti membuat embung dan sumur resapan.

“Selain itu, kami setiap harinya mengirim dua hingga empat tangki air bersih, karena jika hanya mengandalkan embung atau sumur resapan tidak mungkin. Apalagi karena air tersebut tidak layak dikonsumsi melainkan untuk ternak dan pengairan sawah saja,” tegas Kasianto.

Dia katakan, dari 14 kecamatan diantaranya; Kedungadem, Tambakrejo, Kepohbaru, Balen, Temayang, Sukosewu, Sugihwaras, Baureno, Kasiman, Sumberjo, Ngasem, Ngraho, Bubulan dan Kecamatan Trucuk.

“Sebenarnya dari semua upaya Pemkab, jika tidak ada dukungan dari masyarakat akan percuma. Sehingga butuh kerjasama sehingga semua kesulitan bisa teratasi,” tukasnya. (rien/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *