Pengangkutan Limbah TBR Tak Libatkan Warga

lokasi TBR-a

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Limbah hasil welltes sumur migas Tiung Biru (TBR)-C, dibuang operator TBR Pertamina EP ke Cepu. Namun demikian praktik pengangkutan limbah mulai 16 Agustus 2012 tersebut, tak melibatkan warga setempat sebagai pekerjanya.

Sejumlah informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip.com dari sekitar TBR menyebutkan, sekitar 12 mobil tengki digunakan untuk mengangkut limbah sumur TBR C, Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jatim tersebut. Warga setempat menyebut, limbah dibuang dalam kurun dua minggu sekali.

“Limbah itu diangkut mulai tanggal 16 Agustus 2012 lalu, dengan menggunakan mobil tengki sebanyak 10 armada tengki lebih,” kata Mayar, warga Tambakrejo yang rumahnya dekat dengan lokasi TBR A tersebut.

Dia jelaskan, tidak ada satupun warga sekitar lokasi yang ikut menangani pengangkutan limbah itu. “Warga tidak ada yang ikut terlibat, Mas. Kemungkinan, Kepala Desa Kalisumber yang tahu semua aktivitas pembuangan limbah tersebut,” terangnya.

“Mobil tengki yang mengangkut limbah dari TBR itu sekitar 12-san armada, Mas,” imbuh Kesran, warga Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, secara terpisah.

Baca Juga :   Sumur Tua Mulai Ditinggalkan Pemiliknya

Sementara, Kepala Desa (Kades) Kalisumber, M Yantoro, Humas Pertamina EP, Tiara dan Yudhi Madjid, eksternal relation PT. Bama Bumi Sentosa (BBS), operator sumur TBR-C tak berhasil dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut. Bahkan, pesan pendek yang dikirim melalui phonselnya hingga berita ini dilansir, belum ada jawaban. (sam/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *