SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Setelah melihat Pertamina EP operator sumur migas Tiung Biru, Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro mengangkut limbah ke luar daerah, warga desa sekitar gerah. Mereka mengancam akan melakukan aksi demontrasi besar-besaran jika Pertamina tak mengolah hasil produksi TBR di wilayah setempat.  Â
Sementara itu, saat ini Pertamina EP mulai meningkatkan aktivitasnya proyek yang didanai negara itu. Selain memasang pipa dari lokasi B ke A yang telah selesai dikerjakan itu, juga melakukan peningkatan eksplorasi dilokasi TBR C. Â Salah satunya adalah melakukan tes produksi.
Sugianto, warga Dukuh Ngembak, Desa/Kecamatan Tambakrejo mengungkapkan, dengan diangkutnya limbah dari TBR C itu ke luar daerah, sama halnya nanti pengolahan tidak dilakukan di Bojonegoro. Karena itu, warga sekitar lokasi TBR saat ini sudah mulai mengantisipasinya.
Artinya, jika hasil sumur TBR tidak diolah di Bojonegoro musti akan mengundang gejolak warga sekitar. Sebab, warga menghendaki pengolahannya harus di Bojonegoro sehingga warga Bojonegoro bisa terlibat dalam pekerjaan.
“Kalau hasilnya tidak dimasak di Bojonegoro akan melakukan aksi demo besar-besaran di lokasi,” kata Sugianto yang biasa disapa Kidin tersebut, Selasa (28/8/2012).
Pria yang rumahnya tak jauh dari lokasi TBR A itu menjelaskan, sedikitnya ada sekitar 1.000 warga lebih sudah menyatukan tekat. Untuk meminta pengolahan hasil muntahan sumur TBR dilakukan di Bojonegoro.
“Percuma Mas jika pengolahan dilakukan di luar Bojonegoro, karena Bojonegoro sebagai pemilik sumber,” tegasnya.
“Yang jelas, aksi demo itu pasti akan dilakukan jika semua hasil dari TBR diolah di luar Bojonegoro. Meskipun tidak semua, berapa persennya harus diolah di Bojonegoro,” imbuh tokoh masyarakat Desa Tambakrejo tersebut.
Terpisah, Tiara, Humas Pertamina EP, ketika dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com menyatakan, TBR C sedang dalam tahap eksplorasi, dalam hal ini pengeboran. Sehingga, pasti ada tes dalam pelaksanaan produksi.
“Mungkin yang Mas maksud adalah minyak dan air hasil tes produksi ini,” kata Tiara, Selasa  (28/8/2012).
Sedangkan saat disinggung akan dibawa kemana minyak dan air hasil tes dari sumur tersebut dan tentang permintaan warga sekitar agar pengolahan dilakukan di Bojonegoro, Tiara belum juga memberikan jawaban. (sam/tbu)