SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Pemerintah Kabupaten Tuban terlihat kurang serius melakukan pengawasan perbaikan beberapa poros jalan penghubung desa yang dilaksanakan. para kontraktor. Itu terlihat dari  masih banyak ditemukannya lobang- lobang ditengah badan jalan yang baru saja selesai diperbaiki.
Selain itu kondisi jalan juga bergelombang dan dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang melintas.Â
“Kalau memperbaiki jalan ya jangan setengah-setengah,†kata Bisrul (28), warga Desa Klotok, Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.
Salin itu, ungkap Tarji, para kontraktor juga sering lalai dengan tidak membersihkan kembali pasir bekas tambalan aspal yang menjadikan jalan semakin licin. Bahkan kualitas jalan yang dibangun sekarang ini tidak sebagus kualitasnya dengan jalan yang lama.Â
“Kemarin gara-gara pasir tidak di bersihkan, ada pengendara yang jatuh terpeleset,†sergah pria berusia 40 tahun yang berdomisili di Desa Dawung Kecamatan, Palang Tuban ini.
Â
Dari pantauan, kondisi itu terjadi di beberapa jalan penghubung desa di berbagai kecamatan yang ada di Tuban. Seperti  jalan penghubung dari Desa Kradenan Kecamatan Palang –  Desa Tunah Kecamatan Semanding, jalan Desa Plumpang Kecamatan Plumpang – Desa Bandungrejo Kecamatan Plumpang, Jalan kecamatan Bancar dan Jatirogo dan beberapa jalan yang berada di Kecamatan Kenduruan.Â
Dikonfirmasi kejadian ini, Kepala Dinas Pengerjaan Umum (DPU) Tuban, Choliq Chunasih berjanji  akan meninjau kembali titik-titik lobang dari tiap-tiap jalan yang sekarang dalam masa perbaikan. Hanya saja dia mengaku tidak hapal titik-titik jalan lubang.
“Pasir bekas yang ada dikarenakan pengerjaan jalan belum final,” sambung Choliq.
Choliq mengungkapkan, setelah masa pengerjaan dan perbaikan jalan ini pihaknya telah melakukan rumusan tentang control proteksi atau control pengamanan di jalan-jalan yang telah dikerjakan dengan memasang plang jalan.
“Terlebih jika jalan itu di lewati tambang,†tambah Choliq.