SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Munculnya kabar yang diterima DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Tuban tentang masuknya Tuban di peringkat ke-12 di Indonesia sebagai kota dengan tingkat buta aksara tinggi, disikapi serius oleh partai yang lahir dari besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PD Tuban sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di Bumi Ranggalawe yang terindikasi terpuruk tersebut.  Â
Ketua DPC PD Tuban, HM Anwar, menyatakan, keprihatinannya mendengar kabar tentang buta aksara yang menimpa daerahnya. Hal tersebut terjadi karena dua kemungkinan, yaitu dikarenakan kurangnya anggaran dibidang pendidikan atau anggaran yang ada sudah cukup tetapi penyalurannya kurang tepat.
“Kita merasa prihatin dengan kondisi seperti ini,†kata HM Anwar, Senin (10/9/2012). Dia pun mengaku, telah meminta kader PD yang berada di Dewan untuk menelusuri kebenaran kasus tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tuban dari PD, Â Aris Dwi Setyawan, membenarkan dirinya saat ini tengah menelusuri kejadian tersebut. Menurutnya, APBD Tuban untuk bidang ini sudah cukup, hanya dimungkinkan penyalurannya yang kurang tepat.
“Saya lupa nominalnya, tapi yang jelas itu cukup dan dimungkinkan penyalurannya yang kurang tepat,†tambah Aris. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan kepada Badan Musyawarah (Banmus) Dewan untuk mengadakan hearing dengan instansi terkait.
Ketua DPRD Tuban, Kristiawan, saat dikonfimasi terkait kasus ini meminta langsung kepada SuaraBanyuurip.com untuk menghubungi Komisi C DPRD yang membidangi masalah pendidikan.
Sayangnya Ketua Komisi C DPRD Tuban, Musa, hingga berita ini dilansir belum memberikan konfirmasi. Beberapa dihubungi melalui telepon dan pesan pendek telepon selulernya belum ada jawaban. (edp/tbu)