SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro- CV Dwi Jaya, kontraktor lokal ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menunjukkan kiprahnya di kancah proyek migas Blok Cepu. Sejumlah pekerjaan di proyek migas ditangani CV Dwi Jaya hingga menjadikan perusahaan itu sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar bagi Bojonegoro dengan nilai Rp2,3 milyar pada September 2014 ini.
CV Dwi Jaya berdiri tahun 2008 silam. Sama seperti perusahaan-perusahaan lainnya, CV Dwi Jaya sempat mengalami pasang surut karena masih minimnya pengalaman. Terlebih pengalaman di proyek migas yang membutuhkan management administrasi yang baik dan pendanaan modal yang kuat.
Namun beragam kekurangan itu secara bertahap dilengkapi CV Dwi Jaya. Setap demi setapak kontraktor yang dinahkodahi Yuntik Rahayu itu mengalami perkembangan hingga menjadikannya sarat pengalaman. Beberapa pekerjaan yang didapat dikerjakan dengan baik sesuai target. Meskipun CV Dwi Jaya hanya menjadi subkontraktor.
“Dari kekurangan itu kami bisa belajar mengelola perusahaan dengan baik dan benar. Mulai dari bagaimana mengelola administrasi, keuangan, melaksanaan pekerjaan, hingga menjaga hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan yang memberi pekerjaan kepada Dwi Jaya,” kata Direktur Utama (Dirut) CV. Yuntik Rahayu membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com, Jum’at (24/10/2014).
Dari pengalamannnya itulah banyak pekerjaan yang didapat CV Dwi Jaya dari sejumlah kontraktor operator migas di Bojonegoro. Selama enam tahun berkiprah di proyek migas, CV Dwi Jaya menjadi subkontraktor di beberapa perusahaan. Seperti PT PPLI, PT. BJ Services/Bhaker Huges, PT MI Swaco dan PT Rekayasi Industri (Rekind), pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 5 Banyuurip.
Selain itu juga menyewakan mobil untuk operasional perusahaan migas dan kontraktornya, suplay meterial di lingkungan drilling khususnya, serta menyewakan excavator untuk proyek-proyek migas.
“Pekerjaan utama kami yang utama pengangkutan limbah pengeboran di lokasi ExxonMobil mulai Well Pad A,B,C, di Jambaran, Kedungkeris, ATW, ATE, Pertamina Cepu, dan di Lapangan Sukowati milik PetroChina untuk diangkut ke PT PPLI di Bogor, Jawa Barat,” ujar Yuntik, mengungkapkan.
Menurut Yuntik, menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi mainkontraktornya sangat perlu dilakukan. Karena semua itu akan menjadi hubungan berkelanjutan dalam pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan selanjutnya.
“Setiap permintaan dari PT kami berusaha melayani dan memberikan yang terbaik, bagiamanpun caranya saya harus bisa. Karena kinerja kitalah yang akan dinilai dan almhamdulillah sampai sekarang kami bisa bekerjasama dengan PT- PT tersebut,” tegas wanita yang sekarang menjabat sebagai Kepala Desa Mojodelik itu.
Dari pekerjaan yang ditangani CV Dwi Jaya itu telah memberi pemasukan yang cukup besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro dari dana bagi hasil pajak. Tercatat, pada tahun 2013 lalu, CV Dwi Jaya telah membayar pajak pertambahan nilai (PPN) ke KPP Prtama Bojonegoro sejumlah Rp2,7 milyar dan hingga September 2014 ini sejumlah Rp2,3 milyar.
“Sejak 2013 lalu kita sudah bayar PPN di Bojonegoro. Sedangkan sebelumnya dibayarkan oleh PT,” kata Yuntik.
Sebagai perusahaan yang baik dan taat aturan, CV Dwi Jaya selalu membayar pajak sebagai kewajibannya secara tepat waktu. Atas prestasinya itu, beberapa waktu lalu, Kanwil KPP Pratama Jawa Timur, menggunang Yuntik Rahayu, sebagai wakili wajib pajak dari Bojonegoro yang patuh pajak dalam Tex Gathering di salah satu hotel bintang lima di Bojonegoro. Yuntik diundang bersama perwakilan wajib pajak dari Kabupaten Lamongan dan Tuban.
“Alhamdulillah sampai hari ini CV Dwi Jaya tak pernah telat membayar pajak. Karena saya sendiri orangnya tak suka menunda-menunda kewajiban. Kalau ditunda malah jumlahnya akan semakin besar, makanya kadang saya talangi dulu,” ucap Yuntik.
Selain ikut menyumbang pendapatan negara dan daerah, keberadaan CV Dwi Jaya juga telah membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, meskipun dalam jumlah terbatas. Tenaga kerja yang dilibatkan dalam pekerjaan yang dilakukan CV Dwi Jaya hanya petugas yang menghandle pekerjaan di lapangan dan satu karyawan di rumah. Sedangkan untuk jasa pengangkutan limbah CV Dwi Jaya sudah menyewa kendaraan beserta sopirnya.
“Kami berharap CV Dwi Jaya selalu dipercaya PT-PT yang selama ini sudah memberi pekerjaan dan bisa bekerjasama dengan PT baru lagi,” pungkas Yuntik.(suko) Â Â