Disdikpora Tuban Ragukan Data Demokrat

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban mempertanyakan dasar tentang Kabupaten Tuban menempati peringkat ke-12, sebagai kota dengan angka buta aksara yang tinggi di Indonesia.

“Dasarnya untuk menentukan peringkat itu apa, kalau memang kabar itu benar,” kata Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno, saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com, Selasa (11/9/2012).

Menurutnya, jumlah penduduk yang mengalami buta aksara di Tuban sudah jauh berkurang dari angka selama lima tahun terakhir. Disebutkan angka buta huruf saat ini di Tuban adalah 15.000 orang penduduk dengan umur di atas 45 tahun.

“Bayangkan dengan jumlah semula yang mencapai hampir 78 ribu,” ujar Sutrisno seraya menambahkan, dengan angka buta aksara yang jauh berkurang itu adalah bukti kalau pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah ini.

Sutrisno menduga data yang digunakan untuk penghitungan dalam menentukan peringkat itu bisa jadi adalah data yang belum diperbarui. “Jangan-jangan yang digunakan adalah data lima tahun lalu,” tambahnya.

Partai Demokrat Tuban mengkritisi dan mengaku prihatin, mendengar kabar tentang masuknya Tuban menjadi kota dengan angka buta aksara terbanyak ke-12 se Indonesia. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Tuban dari Partai Demokrat, Aris Dwi Setyawan, menduga kurang tepatnya pengelolaan untuk menangani masalah buta aksara ini. Apalagi sepengetahuan dia,  anggaran yang dialokasikan untuk bidang ini dirasa sudah cukup. (edp/tbu)

Baca Juga :   Kasus DPMLUEP Akan Seret Tersangka Baru

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *