Pavingisasi Makam Sunan Bonang Dihentikan Warga

paving

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Kemelut di kompleks makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban makin memanas. Setelah aksi protes warga saat sosialisasi yang terlambat di kantor lurah setempat, kini warga menghentikan proyek paving di kompleks tokoh Sembilan Wali tersebut.

Pengurus Yayasan Mabarrot Sunan Bonang (YMSB) yang biasanya mangkal di kompleks makam, tak tampak batang hidungnya saat warga beraksi. Tak jelas kemana pengurus yayasan yang biasanya aktif secara bergiliran berjaga di komplek makam tokoh bernama asli Makdum Ibrahim itu.  

Informasi yang dihimpun dari lokasi makam Sunan Bonang menyebut, pemasangan paving dihentikan karena menuai protes dari warga sekitar makam. Mereka mengklaim lahan sekitar makam Sunan Bonang merupakan lahan yang diperuntukkan untuk pemakaman umum.

“Sama juga melarang warga memakamkan disini, padahal lahan ini untuk pemakaman umum,” kata salah satu tokoh setempat, Ahmad Fauzi.

Dia katakan, alasan lain dari protes warga akibat pemasangan paving yang terlalu rapat. Sehingga lahan seluas 4.608,5 m2 itu praktis tertutup paving semua, tidak ada celah sama sekali untuk resapan air. 

Baca Juga :   Nyaris Diculik Debt Collector PP Lapor Polisi

“Ini bisa menyebabkan menggenangnya air saat turun hujan,” tambahnya.

Untuk itu, warga menyarankan untuk pemasangan paving hendaknya dilakukan pada tempat yang menjadi lintasan peziarah saja. Agar peziarah juga tidak menginjak-injak pemakaman yang berada di sekitar sunan Bonang.

“Boleh dipaving kalau sesuai aturan, kalau semua dipaving begini kan peziarah bisa menginjak-injak kuburan,” kata Fauzi.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban, Bambang Wahyu Sutejo, lebih memilih tidak angkat bicara sambil melihat pembongkaran paving tersebut.

Saat akan di konfirmasi dia pamit untuk pergi dari lokasi kejadian dikarenakan ada keperluan mendadak.

“Saya pamit dulu, ada keperluan mendadak,” kata Bambang.

Untuk diketahui, seperti diberitakan sebelumnya YMSB menuai protes keras dari warga sekitar makam dalam sosialisasi yang dilaksanakan di kantor Lurah Kutorejo. Beberapa warga bahkan sempat mengancam akan  membongkar paksa paving tersebut, apabila tuntutan mereka untuk menghentikan pemasangan paving tidak dipenuhi. (edp/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *