Nyaris Diculik Debt Collector PP Lapor Polisi

PP di Polres

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Gara-gara salah satu anggotanya nyaris diculik debt collector, belasan Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Tuban, Jawa Timur mendatangi Mapolres Tuban. Mereka melaporkan kejadian kekerasan, dan upaya paksa yang dilakukan sekitar 7 orang berbadan tegap kepada anggota sekaligus pengurus MPC PP Tuban, Sabtu (18/5/2013).

“Tiba-tiba saya dihentikan, salah satu dari mereka langsung mematikan mesin mobil dan mencabut kontak mobil yang saya kendarai,” terang Roni, korban kekerasan yang dilakukan debt collector.

Dia jelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 9 pagi tadi. Saat itu dia mengendarai mobil rental dengan Nomor Polisi (Nopol) AG 604 PD. Saat melintas di Jalan Letda Sutjipto, Tuban. Dia dihentikan oleh mobil APV yang dikendarai oleh 7 orang berbadan besar. Saat dia membuka kaca mobil, seorang dari mereka langsung mematikan mesin mobil dengan cara mencabut kontak dan menyuruhnya turun.

Setelah turun, tubuhnya langsung dipegang beberapa orang lain dari belakang. Bahkan ponsel miliknya langsung dirampas saat dia berusaha menghubungi salah satu temannya. Bahkan salah satu tangannya berdarah terkena cakaran salah satu debt collector karena berebut ponsel.

Baca Juga :   Galian C Tanpa Kantongi Izin Nekat Beroperasi

“Saya kemudian dipaksa masuk kedalam mobil, kemudian akan dibawa ke Surabaya. Padahal saya tidak tahu apa-apa mengenai hutang piutang mobil itu,” tambahnya.

Dia terus menolak dan melakukan perlawanan selama di dalam mobil, akibatnya kawanan penagih hutang ini kemudian menurunkan Roni di 10 kilometer dari tempat semula. Tepatnya di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban. Saat turun, dia langsung menghubungi beberapa temannya yang ada di Pemuda Pancasila.

Kepada SuaraBanyuurip.com, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPC PP Tuban, Mukaffi Makki, menyayangkan, adanya tindakan kriminalitas dari para penagih hutang ini. Untuk itu, selain melaporkan kejadian yang dialami salah satu anggotanya. Dia juga mendesak kepada Polres Tuban untuk memberangus tindakan debt collector yang kerap meresahkan masyarakat.

Kedatangan mereka juga dalam rangka mengajukan hearing dengan Kapolres Tuban. Untuk membicarakan masalah ini agar tidak terjadi lagi, terlebih kepada masyarakat.

“Kalau ini kejadian dengan masyarakat lain bagaimana, untuk itu kita minta Polres ada tindakan mengenai masalah ini,” tegasnya. (edp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *