Warga Mulai Konsumsi Air Keruh

krisis air

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah desa di Kabupaten Tuban, mulai menjadikan warga panik. Tak sedikit dari mereka mulai mengonsumsi air keruh untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Keadaan seperti ini mulai dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. Tragisnya mereka belum merasakan bantuan langsung dari Pemkab Tuban untuk menghadapi krisis air bersih tersebut.

“Kita mengkonsumsi air keruh ini karena tidak ada air lagi,” kata Karti (45), warga Dusun Ngendut,  Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Selasa (10/9/2012).

Dia katakan, warga terpaksa harus berjalan menuruni bukit terjal beberapa kilometer untuk mengambil air yang berada di sumber Ngendut. Sumber andalan itu berada di dasar tebing sekitar desa mereka.

Sementara itu, meski kondisi mata air itu airnya sudah mulai keruh, namun masih saja diambil warga setiap hari. Itu terjadi lantaran tidak ada lagi sumber air di wilayah desa mereka. Krisis air dari desa lereng bukit kapur ini terjadi sejak sumur pompa yang mereka buat secara swadaya, tidak mampu lagi memuntahkan air untuk mencukupi kebutuhan.

Baca Juga :   Tukang Ojek Atur Lalin

Permasalahan kompleks tersebut terjadi di beberapa wilayah di Tuban. Desa-desa di wilayah pegunungan kapur masih akrab dengan kondisi krisis air bersih. Termasuk pula desa-desa yang lahan pertaniannya tidak menggunakan irigasi teknis.    

Warga menempuh berbagai cara untuk mendapatkan air bersih. Apalagi bantuan pemerintah, menurut sejumlah warga, belum juga mereka terima. Kondisi ini terjadi juga diantaranya di Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding.  

Warga desa yang berada di dekat Sendang Pancur ini terpaksa mengeluarkan biaya tambahan, untuk menyeret pipa dari sumur bur di area persawahan. Meski begitu mereka masih mengaku kesulitan air dikarenakan air hanya ke luar pada malam hari. Itupun dirasakan masih tidak bisa maksimal, karena kemarau ternyata mengurangi debut air di sumur-sumur persawahan warga. (edp/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *